Dari langit

Akhirnya! Buku “dari langit” setebal 659 halaman selesai juga dibaca, setelah melewati masa waktu baca yang sangat lama.

Buku ini merupakan kumpulan esai tentang Manusia, Masyarakat dan Kekuasaan yang ditulis oleh Rizal Mallarangeng. Komentar saya untuk buku ini : luar biasa! Membaca Rizal Mallarangeng seperti membacasebuah perpustakaan besar masalah-masalah sosial dan politik. Rizal Mallarangeng selain mengemukakan opininya sendiri, tidak lupa membawa pandangan-pandangan tokoh-tokoh sebelumnya, baik sebagai preseden ataupun sebagai pijakan ide.

Dalam berkomunikasi secara tulisan, terlihat banyak sekali catatan-catatan kaki dan sumber rujukan yang dicantumkan Rizal Mallarangeng. Dia seperti merangkum singkat sebagian pemikiran-pemikiran dari Joseph Schumpeter, Prof Liddle, ataupun Max Weber. Begitulah seharusnya seorang penulis. Sebelum menjadi penulis yang hebat, bisa menjadi pembaca yang hebat.

Membaginya ke dalam 9 Bab, Rizal Mallarangeng berbicara tentang individualisme dan utopia filsafat sosial, politik dan ekonomi sebagai makanan pembuka, kemudian disusul dengan isu-isu makna negara, pasar dan masyarakat, isu sosial-politik baik di Indonesia ataupun luar negeri seperti Amerika, dan diakhiri dengan penutup Catatan Pribadi, berisi pengalamannya menjadi seorang RM (bertemu Pak Bill, perjuangan S-2 nya, berpetualang dalam hidup, mengarungi liku-liku kehidupan sosial-politik) dan sebuah surat untuk para pembaca. Sangat menarik.

Dan saya sangat setuju dengan kalimat pembuka yang ditulis oleh Goenawan Muhammad pada bagian pengantar, ” Saya Tak Tahu, mana yang lebih baik : Rizal Mallarangeng, sebagai peserta aktif dalam arena politik, atau ia tetap jadi seorang ilmuwan dan sekaligus “public intellectual” seperti selama ini”. Kemarin, ketika menjadi salah satu pendukung Capres, ketika berbicara tidak dalam suatu netralitas, ketika harus membela sesuatu demi kepentingan pihak tertentu; saya jujur kecewa melihat seorang Rizal Mallarangeng, seorang ilmuwan politis, yang seringkali terpaksa mengorbankan idealisme berfikirnya demi membela suatu pihak.

Tapi mungkin itulah proses pembelajaran seorang Rizal Mallarangeng, seorang ilmuwan politis, untuk langsung turun gunung dan membuktikan kata-katanya menjadi nyata dalam hidup ini. Semoga di Indonesia, semakin banyak negarawan-negarawan yang mumpuni untuk memimpin negeri ini menjadi negeri yang besar, berdaulat dan berdiri dengan kakinya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *