Hijau – London dan Jakarta

Ruang Hijau Terbuka memiliki banyak dampak positif untuk kehidupan kota. Gambar di bawah merupakan perbandingan dua kawasan di Jakarta dan di London yang saya ambil menggunakan aplikasi Google Earth. Gambar kedua kawasan tersebut diambil menggunakan skala dan jarak kamera yang sama sehingga perbandingan kedua kawasan tersebut bisa diasumsikan sama besarnya.

Pada kota Jakarta, saya mengambil sebuah kawasan yang dibatasi oleh 4 jalan utama, yakni Jl. Jend Sudirman, Jl. Satrio, Jl. Rasuna Said dan Jl. Gatot Subroto. Kawasan tersebut terdiri atas Mega Kuningan, beberapa perkantoran, hotel, mall, apartemen di ke empat jalan tersebut, dan perumahan di karet. Menurut aplikasi freemaptools.com, luas area tersebut mencapai 2,174 km2 atau 217 Hektar atau 537 Acres.

Pada kota London, saya mengambil kawasan Hyde Park yang menyambung dengan Kensington Garden. Total luasnya mencapai 625 Acres atau 253 Hektar. Menjelang malam, Kensington Garden ditutup untuk umum sedangkan Hyde Park bebas untuk publik sepanjang hari. Hyde Park merupakan salah satu taman kota terbesar di London yang memiliki nilai sejarah sebagai taman kerajaan. Pada Hyde Park terdapat Serpentine Lake, memorial fountain of Lady Diana, dan beberapa Gallery. Hyde Park terletak di tengah kota dan menjadi ruang publik yang memungkinkan masyarakat untuk bermain sepeda, olahraga lari, berjemur, berenang, berkuda, naik perahu, tidur-tiduran di rumput, dan bersosialisasi bersama teman atau keluarga. Pada momen-momen tertentu, ada festival yang diadakan di Hyde Park seperti konser musik, pasar rakyat, atau festival desain. Untuk dapat menikmati atmosfer Hyde Park, kita dapat dengan gratis memasukinya meskipun ada beberapa fasilitas yang mengharuskan membayar seperti Serpentine Lido (tempat berenang), menyewa Sepeda Barclays, atau menyewa perahu. Hyde Park London hanyalah salah satu taman kota di London, selain masih ada Green Park, Regent’s Park, St. James’ Park, Richmond Park dan lain-lain.

Kedua kawasan di Jakarta dan London diatas sama-sama berada di pusat kota dan keramaian. Namun, dari fungsi dapat terlihat jelas perbedaannya. Yang satu cenderung private dan atau semi-private (kantor, rumah, mall, dan bahkan ruang hijau yang belum dieksploitasi saja dipasang pagar tinggi) dan yang satu total untuk publik. Pemerintah Jakarta mungkin was-was untuk meletakkan fasilitas publik sebesar 200 hektar di kawasan “mahal” Jakarta akibat opportunity cost yang hilang, biaya perawatan yang tinggi dan faktor lainnya. Pemerintah London tak segan mempertahankan taman sebesar ini di tengah kota. Selain faktor sejarah, pemerintah London dan UK sangat concern terhadap kehadiran ruang publik sebagai elemen dari kehidupan sosial urban yang berbudaya.

Adanya ruang publik dengan taman yang luas memungkinkan masyarakat untuk dapat bersosialisasi, berolahraga, menghargai lingkungannya, berbudaya atau sekedar untuk beristirahat. Selain itu, ruang terbuka hijau berdampak positif bagi lingkungan kota. Desain ruang terbuka untuk kota London tidak bisa diterapkan begitu saja di Jakarta. Ada faktor sosial, ekonomi, dan politik yang harus dipertimbangkan dengan seksama. Tapi semoga itu tidak menjadi alasan untuk Jakarta bisa menyediakan ruang terbuka hijau yang nyaman untuk masyarakatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *