Pelajar Asing di UK

UK merupakan salah satu negara tujuan studi utama di dunia. Sebagai salah satu pemain vital ekonomi dunia, UK menawarkan sistem pendidikan yang tidak kalah dengan US. Begitu banyak mahasiswa internasional yang datang ke UK untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Menurut data UKCISA (UK Council for International Student Affairs), tercatat ada 408 ribu orang asing (non-UK) yang datang ke UK untuk mengambil pendidikan tinggi pada tahun ajaran 2009-2010. Empat puluh dua persen dari angka tersebut mengambil first-degree,  40% mengambil master degree (taught), 10% postgraduate research seperti PhD dan sisanya mengambil tipe undergaduate lainnya. Major Bisnis, Engineering dan Social Science menjadi tiga subjek pendidikan di UK yang paling banyak diminati oleh pelajar asing. Namun, bukan berarti asing mengambil porsi yang lebih besar daripada pelajar lokal. Pada tahun 2009-1000, hanya 16% dari seluruh pelajar HE (Higher Education) di UK berasal dari internasional.

Kampus yang merekrut pelajar asing terbanyak adalah The University of Manchester dengan hampir 10 ribu mahasiswanya berasal dari luar UK. Sedangkan kampus dengan presentase pelajar asing terbanyak (di antara 20 kampus terbesar perekrut pelajar asing) adalah LSE dengan 65% student-nya pada tahun ajaran 2009/2010 berasal dari luar UK. Dengan kata lain, lebih dari setengah pelajar di LSE di tahun tersebut bukan orang lokal dan berpotensi menghasilkan keberagaman dan pertukaran budaya di dalam atmosfir kelas.

Jika melihat dari negaranya, maka PRC merupakan negara eksportir pelajar asing terbesar di UK. Empat belas persen seluruh dari pelajar asing atau sekitar 56 ribu pelajar di UK berasal dari China. India menyusul di urutan kedua dengan sumbangsih 10%. Malaysia merupakan satu-satunya negara Asia Tenggara yang masuk ke dalam 10 besar negara pengirim pelajar asing dengan prosentase 3% atau mencapai 14 ribu mahasiswa. Lima puluh persen lainnya dibagi ke seluruh dunia selain yang tergambar di bawah.

Pelajar Asing di UK

Di major saya kuliah (bisnis), dari sekitar 50 mahasiswa part-time dan full-time, bisa dikatakan hampir sepertiganya orang India. Orang lokal UK tak lebih dari 9 orang dan sisanya berasal dari berbagai negara seperti Itali, Prancis, Nigeria, Pakistan, China, Iran, Saudi Arabia, Yunani, Polandia, Latvia, US, dan Indonesia pastinya, yaitu saya. Saya mengobrol dengan teman di subject lain atau kampus lain, dan ternyata hal yang sama terjadi di studi mereka dengan keberagaman latar belakang dan etnik. Keberagaman ini menunjukkan UK masih menjadi salah satu destinasi utama sekolah di dunia.  Belajar dengan teman dari berbagai penjuru dunia sangat menyenangkan karena membuka mata kita dengan budaya baru dan memperluas jaringan untuk lingkup internasional.

3 Responses

  1. Pada saat saya mengikuti HR International Certified selama 2 minggu di London, berdasarkan dialog antara pemateri dan para peserta tampaknya teman-teman kita dari negara India, China dan Nigeria sudah banyak “merambah” tidak hanya bidang pendidikan sebagai pelajar / mahasiswa tapi juga sudah ke bidang pekerjaan.
    Apakah memang demikian pada kenyataannya ?

    1. Dear Mas Adhi. Saya tidak memiliki data statistik mengenai pekerja imigran sehingga saya belum bisa berkomentar apa-apa. Jika ada, akan segera saya kabari lagi dalam bentuk artikel. Terima kasih atas informasinya.

      1. Terimakasih mas atas informasinya,
        Sangat menarik belajar dan mengalami tentang berbagai hal yang berbeda di negara lain. Apalagi bisa menuangkannya dalam bentuk tulisan dan dibaca teman-teman.Ditunggu artikel berikutnya ya.
        Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top