Menyambut Olimpiade 2012

Olimpiade 2012 .
London merupakan The Four Fashion Capitals of The World bersama dengan Milan, Paris, dan New York. Di tahun 2012 ini, London berhasil menjadi pusat perhatian dunia karena kemeriahan dan keriaannya. Setelah merayakan Queen’s Diamond Jubilee dan menyelenggarakan turnamen grand slam Wimbledon, kini London bersiap menyambut pesta olahraga terbesar di dunia, Olimpiade 2012. Rangkaian acara-acara besar ini membuat London berbenah diri menjadi tuan rumah yang menawarkan sebuah pengalaman wisata yang lengkap: tourist attractions yang beragam dan shopping experience dengan fashion trend terkini yang didukung oleh infrastruktur kota yang rapi.

Euforia Olimpiade 2012

Berbagai sarana dan prasarana baru dibangun untuk menyambut kedatangan ribuan wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Berlokasi di timur London, kawasan Stratford yang semula merupakan bekas daerah perindustrian kumuh bertransformasi menjadi Olympic Park, sebuah kompleks modern berisikan venue olahraga, wisma atlet (yang setelah Olimpiade 2012 akan beralih fungsi menjadi komplek apartemen), dan taman hijau yang merupakan green belt luas.

Olimpiade 2012
Olympic Park London, masih dalam proses. Belum terbuka untuk umum.

Berbagai desainer dan arsitek ternama dunia ikut berpartisipasi dalam pembangunan kawasan ini. Sebuah gerbang masuk Olympic Park berupa London Aquatics Centre didesain dengan menawan oleh arsitek wanita pertama yang berhasil memenangi Pritzker Prize (nobel untuk arsitektur), Zaha Hadid. Seniman Anish Kapoor turut berpartisipasi menyumbangkan seni instalasi ArcelorMittal Orbit sebagai Olympic Park observation tower yang eye-catching. Kolaborasi antara desain spektakuler, pembangunan hijau dan pendekatan humanis menghasilkan sebuah destinasi wisata untuk dan pasca Olimpiade 2012.

Tak hanya terfokus pada pembangunan Olympic Park, London ikut mempercantik moda transportasi publiknya. Bus Double Decker yang menjadi ikon kota London hadir dengan wajah baru yang lebih hemat energi. Untuk bernostalgia, Double decker dengan versi klasik pun tetap dapat ditemui di beberapa titik kota. Turis yang berkunjung tidak perlu khawatir perihal transportasi publik. Tube (underground train) yang merupakan nyawa dari pergerakan masyarakat di London dapat diakses dengan mudah dari berbagai belahan kota. Hanya dengan menggunakan satu kartu travel isi ulang bernama oyster card, turis dapat dengan bebas menggunakan berbagai moda transportasi publik seperti tube, train, bus, dan tram. Jika memilih menggunakan taksi, London Black Cab siap menemani, pastinya dengan biaya lebih mahal dibandingkan dengan tube. Kalau ingin menikmati keindahan kota sembari berolahraga, sepeda Barclays dapat menjadi opsi yang menarik dengan biaya peminjaman hanya £1 per hari (sekitar Rp 14,000). Kini, Emirates cable car alias kereta gantung sudah mulai beroperasi per Juli ini memanjakan turis menyeberangi sungai Thames sembari menikmati skyline London dan O² arena.

Hiasan lampu dan bendera negara peserta Olimpiade 2012 menghiasi sepanjang Regent Street, salah satu jalan utama di kawasan West End London. Kawasan yang terletak di pusat kota London ini merupakan salah satu titik utama wisata yang dibanjiri tempat perbelanjaan dan hiburan seperti teater, galeri, pub dan klub malam. Tak jauh dari sana, countdown clock Olimpiade 2012 dapat ditemui di Trafalgar Square, alun-alun kota London yang merupakan salah satu tujuan wisata terpopuler. Kemeriahan ini menunjukkan kesiapan dan keramahan London dalam menyambut Olimpiade 2012.

2012 Olympic Festival

Sesuai dengan tradisi Yunani kuno yang melibatkan para atlet dan juga seniman, rangkaian acara Olimpiade 2012 ini terdiri atas berbagai program kultural yang melibatkan masyarakat, musisi, seniman, dan bintang film yang bertempat di museum, galeri, teater, dan outdoor (karnaval).  Momentum olahraga yang spektakuler dan festival seni yang megah ini tersebar di seluruh UK, tak hanya di London, dari 21 Juni sampai dengan 9 September 2012.  Berbagai konser, pameran dan kegiatan outdoor berlangsung di beberapa landmark UK seperti Stonehenge, Tower of London dan Cardiff Bay.

Di London, enam panggung musik di sepanjang sungai Thames akan menampilkan musisi-musisi dari 205 negara yang terlibat pada Olympic Games 2012 ini, termasuk Scissors Sisters.  Damon Albarn, frontman band Gorillaz dan Blur turut serta meramaikan festival ini melalui karya opera Dr. Dee dan konser reuni Blur di Hyde Park sebagai pesta penutup perayaan Olimpiade 2012. Para perancang mode dan seniman UK turut unjuk gigi dalam festival Fashion and Art Collusion.  Big Dance yang berlangsung di seluruh kota di UK mengajak seluruh masyarakat untuk terlibat berdansa di jalan, taman, istana dan museum.

Olimpiade 2012
Regent Street di kawasan West End, yang dipenuhi bendera-bendera peserta Olimpiade 2012. Rame!

Stylish & Creative City

Selain menyuguhkan kemegahan Olimpiade 2012, London tak lupa menampilkan sisi lain kota yang sudah pasti tidak boleh dilewatkan, yakni pusat kreativitas. Siapa yang tidak kenal Robert Pattinson si vampire tampan Edward Cullen, boy band One Direction, atau Jonathan Eve, otak di belakang desain produk Apple? Mereka menjadi bukti bahwa industri kreatif London tidak pernah mati.  Bakat-bakat baru di bidang fashion, film, musik, desain, dan arsitektur selalu lahir di kota ini. Menikmati kota London itu seperti menikmati sebuah kota yang dipenuhi aura kreativitas dan mode.

Di sepanjang Oxford Street (shopping belt terkenal di London), kita bisa melihat hamparan fashion retailers ternama dari lokal dan mancanegara dengan berbagai range harga, termasuk high-end department store terkenal, Selfridges. Bukan hanya retail yang menampilkan etalase mode terkini, julukan kota fashion tercermin dari keseharian muda-mudi London yang menampilkan fashion style yang modis. Padu-padan dan penambahan beragam aksesoris menarik yang mereka tampilkan membuat kita seperti berada di sepanjang catwalk dengan desain-desain yang unik. Oxford Street memberikan pengalaman menarik untuk menikmati fashion sambil berbelanja.

Selain kawasan West End, jangan lupa untuk mengunjungi daerah Kensington. Di sana terdapat high-end department store lain yang sangat terkenal, Harrods. Tak jauh dari situ, kita bisa mengunjungi berbagai museum seperti National History Museum, Science Museum dan Victoria & Albert Museum dengan cuma-cuma. Jika ingin menikmati nuansa alam, kita tinggal berjalan kaki menuju Hyde Park London, salah satu ruang publik terbesar di London berupa taman luas yang seringkali menjadi venue pertunjukan musik dan acara-acara musiman seperti Winter Wonderland.

Olimpiade 2012
Tower Bridge, dengan tambahan logo Olympic Rings.

London menyajikan banyak destinasi wisata lain yang wajib dikunjungi, terutama karya-karya arsitekturnya. Beberapa landmark kota London identik dengan arsitektur berlanggam klasik yang mengandung sejarah panjang dibalik pembangunannya. Big Ben, Tower Bridge, Buckingham Palace, dan Westminster Abbey, gereja tempat Prince William dan Kate Middleton menikah, merupakan ikon-ikon utama kota London. Berkunjung ke London pastinya tidak terasa lengkap jika belum berfoto di depan keempat karya arsitektur tersebut.

(oleh: Giri Narasoma Suhardi & Myra Sapphira Tyagita)

2 Responses

  1. Ini wiwit anak 3 2002.. elektro itb.
    Msh inget. Boleh japri no dirimu.
    Aq baru sd london buat S2. Lg numpang di Mogi.
    Japri no hpmu ya..
    Nuhun.
    +44(0)7884902581

    1. Hi wit.
      Masih inget donk. Kuliah lagi ya di London?
      Unfortunately, saya udah di Indonesia lagi sekarang.
      Still need my HP no? 🙂
      Wish u every success!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to Top