Berkunjung ke Old Trafford

Berkunjung ke Old Trafford .
Buat para penggemar sepak bola, saya yakin tidak ada yang tidak kenal dengan Old Trafford. Stadion ini adalah kandang untuk tim sepak bola Manchester United. Manchester United berhasil ‘mencuri’ predikat tim terkuat di sepanjang Liga Inggris dari Liverpool karena Manchester United mengoleksi juara liga lebih banyak. Kandang tim Manchester United adalah satu-satunya kandang tim sepak bola di Inggris yang saya ikuti tur stadionnya. Kenapa begitu? Karena ada yang bersedia bayarin untuk ikut tur stadion. Maklum, namanya juga mahasiswa.

Stadion Old Trafford ini terletak jauh dari pusat keramaian di kota Manchester. Meskipun begitu, akses untuk berkunjung ke Old Trafford sangat mudah. Dari kejauhan, kemegahan stadion ini sudah dapat dirasakan. Gigantis, solitude, dan modern; tidak seperti stadion Anfield milik Liverpool, yang terletak di daerah perumahan dan berukuran sedang saja (namun membanggakan buat saya. Hehehe).  Biaya tur stadion Old Trafford sekitar £16. Namun karena saat itu masih berstatus mahasiswa, jadinya £14 aja.  (Berkunjung ke Old Trafford)

Pada rangkaian kunjungan di tur stadion, museum manchester united menjadi makanan pembuka. Di museum ini, pengunjung dijajakan etalase-etalase berisikan sejarah Manchester United, piala-piala yang pernah diraih, riwayat pemain dan pelatih, koleksi kaos tim, guntingan-guntingan koran dengan berita Manchester United, dan masih banyak lagi. Pajangan-pajangan di museum ini menunjukkan betapa besarnya Manchester United, baik dari segi sejarah maupun prestasi.  (Berkunjung ke Old Trafford)

Berkunjung ke Old Trafford

Museum Manchester United

Setelah melewati museum, kita masuk ke ruangan tunggu yang penuh dengan layar interaktif dan foosball. Di ruangan ini, pengunjung menunggu pemandu memulai tur masuk ke stadion. Setelah menanti tak lama, akhirnya muncul juga sang pemandu dan langsung memberikan arahan mengenai tur stadion.

Pengunjung kemudian dibawa oleh sang pemandu memasuki salah satu tribun yang ada di Old Trafford. Disitu, sang pemandu bercerita panjang lebar tentang Old Trafford. Ada pengunjung yang tertarik mendengarkan celoteh sang pemandu, ada pula pengunjung yang asyik sendiri. Saya termasuk pengunjung yang asyik sendiri, foto sana-sini sambil menikmati struktur Old Trafford yang megah dan bebas kolom (di Anfield, masih ada kolom-kolom yang menghalangi pandangan penonton di beberapa titik tertentu). Dari satu tribun, kita berpindah ke tribun ke yang lain. Sepanjang perpindahan itu, si pemandu bercerita panjang lebar mengenai Old Trafford dan Manchester United.

Setelah melakukan perjalanan dari tribun ke tribun, kita memasuki fasilitas-fasilitas yang ada di dalam Old Trafford. Pengunjung ditunjukkan mengenai ruang ganti pemain sebelum pertandingan. Namun, pengunjung hanya dipersilakan masuk ke dalam replika ruang ganti pemain alias ruangan yang memang disiapkan untuk turis dengan bentuk dan lay-out yang katanya sama dengan ruang ganti sebenarnya. Disini, sang pemandu bercerita mengenai apa yang dilakukan pemain sebelum memulai pertandingan, apa yang dilakukan setelah pertandingan, mengenai makanan dan minuman yang diperbolehkan dan yang dilarang, dan sebagainya. Saya berharap bisa melihat video Sir Alex memarahi para pemainnya dengan  hairdryer treatment yang terkenal itu. Namun, ya si pemandu hanya cerita yang baik-baik saja.  (Berkunjung ke Old Trafford)

Berkunjung ke Old Trafford

Di ruang ganti pemain

Dari ruang ganti pemain dan beberapa ruangan lainnya, pengunjung diajak jalan-jalan lagi mengelilingi bagian dalam Old Trafford. Ada berbagai poster yang dipajang mengenai kebesaran dan juga duka mengenai Manchester United. Diharapkan poster-poster itu bisa memacu dan mengingatkan Manchester United untuk selalu berprestasi. Sang pemandu selalu bercerita panjang lebar pada setiap poster. Ada satu hal yang membuat saya enggan mendengar cerita si pemandu. Buat saya, si pemandu ini sangat tidak ramah dan sama sekali tidak tersenyum. Ya, dingin dan tidak punya antusiasme. Dia bercerita mengenai semangat Manchester United tanpa semangat dalam dirinya sendiri. Ketidakramahan si pemandu ini  membuat ‘kebencian’ saya terhadap Manchester United semakin membesar. Hehe.. (Berkunjung ke Old Trafford)

Setelah itu, pengunjung masuk ke dalam terowongan pertandingan, tempat dimana pemain bersiap sebelum memasuki lapangan. Kita juga mendekati lapangan hijau Old Trafford. Namun, pengunjung tidak diperbolehkan berada di atas lapangan Old Trafford. Kita hanya diperkenankan berfoto dari jarak tertentu. Pengunjung tidak diperbolehkan ke lapangan dengan alasan takut merusak rumput lapangan.  (Berkunjung ke Old Trafford)

Setelah asyik berputar-putar melihat Old Trafford dan mendengar celoteh si pemandu selama kurang lebih satu jam, akhirnya tur stadion ini berakhir di store alias toko suvenirnya. Tur ini memang dirancang berakhir di tempat belanja mungkin dengan maksud setelah mendengar kebesaran dan kehebatan Manchester United, pengunjung tertarik untuk membeli suvenir Manchester United. Sayangnya, saya tidak membeli apa-apa karena memang tidak tertarik membeli sesuatu berbau Manchester United dan juga akibat si pemandu yang tidak ramah.  (Berkunjung ke Old Trafford)

Berkunjung ke Old Trafford

Toko untuk berbelanja

Meskipun begitu, saya akui bahwa Manchester United saat ini adalah tim terbaik di liga inggris, baik dari sisi olahraga maupun bisnis. Mereka memiliki manajemen klub yang sangat rapi. Old Trafford bukan hanya sebuah lapangan olahraga, tetapi juga sebuah destinasi wisata dan sebuah bisnis yang menjanjikan. Ya, semoga Liverpool bisa kembali menguasai liga inggris dan menjadi tim tersukses di Inggris.    (Berkunjung ke Old Trafford)

Baca artikel saya yang lain mengenai kehidupan di London di http://www.girinarasoma.com/tag/london/

Berkunjung ke Old Trafford

36 thoughts on “Berkunjung ke Old Trafford

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *