Yang Pintar, Semakin Pintar

Selama saya hidup, saya tidak pernah menemukan beasiswa untuk orang bodoh. Beasiswa hanya diperuntukan bagi yang memiliki otak encer, termasuk beasiswa untuk sekolah ke UK. Kadang saya berfikir, jadi orang pintar itu peluang untuk bertambah pintar besar ya. Yang bodoh, ya semakin bodoh. Yang pintar, semakin pintar. Ketika pendidikan yang bagus menjadi mahal, hanya orang-orang pintar dan kaya yang bisa menjadi bagian darinya. Buat yang tak punya uang, maka beasiswa menjadi jawaban. Beruntunglah orang-orang yang diberikan anugerah kepintaran. Sementara itu, yang tidak pintar ya harus rela untuk sementara berada di kelas berikutnya.

Saya kembali berfikir, apakah pintar atau bodoh itu bawaan ya. Sekeras apapun seorang berlatih, belajar, atau apapun itu; menurut saya ya ada batas ‘pintar’-nya. David Beckham, berlatih sekeras apapun, menurut saya tidak akan menjadi seorang Cristiano Ronaldo. David Beckham konon termasuk seorang pekerja keras yang sering menambah jam latihan demi meningkatkan kemampuannya. Menurut keyakinan saya, sekeras apapun Beckham berlatih, dia tak kan mungkin bisa berlari secepat Ronaldo, mengocek bola selincah Ronaldo, dan menyundul bola sekencang Ronaldo.  Saya pun tak yakin Grant Hill, Karl Malone, Hakeem Olajuwon, atau Scottie Pippen berlatih tak sekeras Michael Jordan. Saya yakin mereka sudah berlatih yang sekeras mereka bisa. Namun apa daya, kemampuan mereka masih ‘dibawah’ seorang maestro Michael Jordan.

Yang pintar, semakin pintar

Atas dasar pemikiran saya (yang sempit tadi), saya berfikir bahwa bukan hanya kerja keras yang dibutuhkan seseorang untuk sukses. Sesuatu yang juga dibutuhkan adalah bakat, talenta, atau kepintaran. Ketika bakat dipoles dengan kerja keras, maka dia akan menjadi emas. Ketika bakat tak diiringi kerja keras, ya sudah pasti akan melempem. Jika seseorang yang memiliki bakat dahysat + kerja keras super bertanding lawan seseorang yang memiliki bakat biasa saja + kerja super keras, Menurut saya sudah pasti yang berbakat yang menang. Pertanyaan seru, bagaimana jika seseorang memiliki bakat dahsyat + kerja biasa saja menghadapi seseorang yang memiliki bakat biasa saja + kerja super keras, siapa ya yang bisa menang. Kalau merunut pada dogma-dogma yang ada, ya pasti yang berusaha lah yang menang alias yang bekerja keras lah yang unggul. Hmm, hanya Tuhan yang tahu.

Saya kadang berfikir, kenapa ada orang yang dikasih bakat dan ada pula yang tanpa bakat? Ataukah Tuhan memberikan semua manusia di bumi ini memiliki bakat? Hanya saja, menjadi tanggung jawab orang tua untuk bisa membukakan dan memberikan jalan seluas-luasnya untuk pengembangan bakat anak agar mampu bersinar. Ada anak yang memiliki bakat di musik, namun orang tuanya memaksakan kepintaran engineering sehingga ketika sang anak telah dewasa dan bisa memilih, dia ‘terpaksa’ hidup di jalan engineering atau terpaksa mengikhlaskan waktunya belajar engineering selama dia kuliah demi hasratnya kembali ke musik. Meskipun begitu, saya berkeyakinan bahwa Tuhan telah memberikan hamba-hambaNya kemampuan yang memang dia butuhkan dalam mengarungi kehidupan.

Semoga pemikiran ‘Yang Pintar, semakin Pintar dan Yang bodoh, semakin bodoh’ kelak dapat berubah menjadi ‘Yang Pintar, semakin banyak dan Yang bodoh, semakin sedikit’. Atau berubah menjadi ‘Yang Pintar, semakin Pintar dan Yang bodoh, menjadi pintar’. Ya mungkin nanti akan ada beasiswa untuk orang yang punya kemampuan intelektual yang biasa saja.

Idealnya seseorang yang telah diberikan bakat oleh Tuhan harus mau bekerja keras agar kelak mampu memberikan sumbangsih dan kontribusi terhadap orang-orang yang tidak seberuntung dia. Ya, sebaik-baiknya manusia adalah orang yang bermanfaat untuk orang lain. Semoga kita semua masuk ke golongan orang yang baik.

Yang Pintar, Semakin Pintar

18 Responses

  1. mas bagaimana cara anda bisa berada dilondon?jujur cita2 saya ingin menjadi diplomat dieropa karena hobi saya menncari teman dan membangun persahabatan dengan orang2 diseluruh dunia… saya sekarang sudah banyak memiliki teman dari eropa lewat twitter dan social network juga ada yg dari london lainnya dan saya ingin sekali tinggal di eropa jika sudah besar nanti.. tapi saya tidak pintar2 amat disekolah,saya hanya mempunyai keingninan yg kuat untuk menjalani hidup yang baru dan rencananya mau masuk jurusan hubungan internasional kalau lulu sma. terus tidak mungkin juga dapat jalur undangan di universitas ternama di indonesia..oh iya anda dulu kuliah dimana?bisa tidak ceritakan perjalanan hidupnya hingga bisa sukses..apakah anda punya twitter atau facebook karena saya tidak mungkin selalu mengobrol di website ini bisa mention ke @fayedleonardo

    1. Dear Fayed,
      Saya bisa berada di London melalui jalur pendidikan S2. Mas Fayed bisa membaca lengkap blog saya untuk mengetahui perjalanan hidup saya. Yang pasti, saya masih jauh dari kata sukses. Masih perlu banyak belajar untuk sukses.
      Ini ada beberapa website yg mgkn bisa memberi inspirasi untuk Mas Fayed: http://www.tempo.co/read/news/2012/04/11/089396254/ dan http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2012/11/27/sopir-angkot-jadi-pengusaha-di-london-511421.html. Dari tidak punya apa-apa, dia berjuang sampai akhirnya sukses.
      Semoga membantu.
      Salam,
      Giri

  2. WOW MAKASIH MAS… saya sangat termotivasi:) sy mau bertanya menurut anda cara menguasai bahasa inggris dan perancis itu bagaimana?soalnya pelajaran bahasa inggris disekolah itu tidak banyak membantu saya banyak mengetahui kata inggris itu hanya secara otodidat dgn chatting dengan orang asing dan dengar lagu,hasilnya saya sudah kelas 2 sma tidak mengerti tentang penyusunan kata/grammar.Bisakah anda berikan tips waktu anda belajar bahasa inggris tidak?

    1. Saran saya ya berlatih terus. Fayed latihan terus terutama dalam menulis artikel2 dlm bhs Inggris, membaca artikel/buku brbahasa Inggris, dan ngomong dengan orang lain menggunakan bahasa Inggris. Belajar bahasa tidak bisa hanya dengan membaca teori2 atau buku bljr bhs inggris. Belajar berbahasa itu sifatnya tacit knowledge. Harus dipraktekan layaknya belajar berenang atau bersepeda. Kita tidak pernah bisa jago bersepeda jika hanya membaca teori2 mengenai cara bersepeda. Satu-satunya cara agar kita jago bersepeda ya dengan memberanikan diri berlatih bersepeda.
      Ya, practice makes perfect.
      Semoga membantu
      Salam,
      Giri

  3. Halo giri… found your blog coincidently 🙂
    Baca tulisanmu yg ini sekonyong2 inget anak di rumah.
    Ini juga yg terus jadi pikiran setelah 3 taun jadi orang tua.
    Pengen supaya bisa mengarahkan dengan benar sesuai bakat dan keinginannya
    Bukan berusaha mewujudkan cita2 diri yg ga kesampaian lewat anak 🙂
    Glad to see you here Giri. Goodluck dan salam buat keluarga ya..

    1. Halo Kak Ana,
      Terima kasih sudah mampir.
      Ya, semoga kita menjadi orang tua yang berbakti untuk Tuhan, Bangsa, dan almamater #lohkok
      Salam juga buat keluarga
      Giri

  4. setiap kali saya selalu berpikir kenapa yang lain bisa saya tidak ? padahal saya sudah berusaha sekali belajar giat hampir menjelang pagi,tetapi hasilnya tidak memuaskan itu membuat saya amat kecewa terhadap diri saya sendiri,banyak teman teman saya malas,banyak teman teman saya belajar tapi cuma sebentar tapi hasilnya memuaskan! tapi kalo saya? yaah pas pasan terkadang saya berpikir dan bertanya tanya apa yang salah pada diri saya?

    1. Halo AyuFajrin,
      Saya juga terkadang merasakan hal yang sama. Saya sudah berusaha sekuat tenaga, namun hasilnya belum memuaskan. Namun, saya memiliki keyakinan bahwa mungkin potensi saya tidak di tempat/pekerjaan itu. Saya punya potensi lain yang jika saya berusaha maksimal hasilnya juga akan maksimal. Michael Jordan, yang secara akademis tidak cemerlang, ternyata sangat luar biasa di dunia olahraga bola basket. Andai dia selalu fokus pada urusan akademis dan tidak bermain basket, mungkin dia bukan siapa-siapa sekarang. Beruntung, dia memiliki bakat menjadi pebasket hebat, dan dia menyadarinya, dan kemudian dia berhasil mewujudkan mimpinya berkat latihan yang keras. Mungkin tidak semua orang bisa secepat dia dalam menemukan bakat dan passionnya. Kita perlu terus menggali dan mencari siapa kita dan bagaimana kita bisa unggul.
      Semoga membantu.
      Giri

  5. Dear Mas Giri
    Untuk sampai ke tahap pemikiran seperti yang ditulis oleh Mas, butuh waktu cukup panjang, dan saya pun berharap sama “Yang pintar makin pintar, yang bodoh jadi pintar ; Yang pintar makin banyak, yang bodoh makin sedikit” Pendidikan merupakan prioritas utama keluarga kami, dengan itu kami sekeluarga selalu mendapat tempat belajar terbaik. Sekarang waktunya saya berbagi sebisa yang saya mampu, dilingkungan terdekat, dan menaruh besar harapan kepada mereka tidak hanya menjadi pintar tetapi juga tangguh dan bisa beradaptasi. Salam, Adi

    1. Halo Mas Adi,
      Luar biasa semangatnya. Saya setuju bahwa pendidikan harus menjadi prioritas semua insan manusia. Education is the most powerful weapon to change the world (Nelson Mandela). Mudah-mudahan semangat positif Mas Adi dapat menular ke teman-teman pembaca lainnya dan membuahkan hasil yang menggembirakan.
      Salam,
      Giri

  6. saya percaya tuhan pasti punya rencana baik untuk semua umatnya,saya percaya dalam diri saya,saya punya potensi,semua orang juga pasti punya hanya saja potensi dan bakat saya belum terlihat. Apa yang saya jalani hari ini,esok bahkan seterusnya mungkin banyak kejutan yg saya belum ketahui entah dapat nilai bagus atau masuk ptn saya ingin seperti michael jordan yang terus menggali potensi dan bakatnya bahkan ingin menjadi orang yang serba bisa ya.. saya percaya semua orang punya kekurangan dan kelebihan bahkan ingin bisa menjadi kebanggaan. terimakasih atas solusi dan saran itu amat membantu.

  7. Tulisan yang menarik mas 🙂 saya juga pernah berfikir seperti itu tapi itu wajar saja mas karena hidup itu memang cenderung tidak adil

    1. Terima kasih telah berkunjung, Mas Mat. Terkadang memang terlihat hidup tidak adil. Namun hal ini tidak boleh membuat kita berhenti berkarya. Teruslah berusaha, berjuang, dan tak lupa berdoa.

  8. Pikiran yang sama mas, knp kita tidak memintarkan orang bodoh, banyak menganggap org bodoh ya sampah. Kita semua punya bakat , pendidikan tdk hanya dr bangku kuliah, pepatah mengatakan Alam takambang jadi guru.Orang pintar bkn krn sekolah tinggi tp org pintar itu bagaimana mereka bermanfaat bg org lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to Top