Berbahasa Indonesia

Saya pernah mengikuti sebuah rapat yang dihadiri oleh orang Indonesia dan orang asing. Ya, orang asingnya hanya 1 dan sisanya orang Indonesia semua. Yang menarik perhatian saya pada rapat tersebut adalah kemampuan berbicara para ‘penghuni’ rapat. Si bule ini, sosok utama rapat ketika itu, selama berbicara selalu berusaha berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Maklum saja, konon dia sudah tinggal di Indonesia lebih dari 10 tahun. Dia jarang sekali menggunakan atau bahkan menghindari penggunaan bahasa asing. Dia mencoba untuk berbahasa Indonesia yang sesuai EYD. Kagum rasanya melihat bule ini teguh berbahasa Indonesia secara konsisten.

Tapi bukan hal di atas yang ‘menampar’ perhatian saya. Sudah banyak bule yang bisa berbahasa Indonesia. Ternyata yang menarik adalah ketika para orang Indonesia berbicara pada rapat tersebut, selalu saja tersisipi bahasa asing. Entah disengaja atau tidak, rata-rata dalam 1 kalimat yang disebutkan para orang Indonesia, ada saja minimal 1 kata asing yang keluar. Bukan hanya 1 atau 2 orang Indonesia saja yang berkata seperti itu, nyaris semua orang Indonesia yang ada disitu jika mengeluarkan pendapat, ada saja penggunaan bahasa Inggris. Mungkin biar terlihat jago berbahasa Indonesia dan jago berbahasa Inggris pula (biar ga kalah ama si bule).

berbahasa indonesia

Saya awalnya berpikir, jangan-jangan si bule ini tidak bisa berbahasa Inggris mangkanya dia menghindari bahasa Inggris. Eh, ternyata di akhir rapat, dia berbicara dalam bahasa Inggris dan saya rasa kemampuannya berbahasa Inggris sangat baik. Setelah rapat berakhir, saya benar-benar takjub melihat pemandangan yang ada. Orang bule mencoba berbahasa Indonesia yang baik dan benar, sementara itu orang Indonesia mencoba berbahasa Indonesia yang campur-campur dengan bahasa Inggris.

Saya pun mencoba untuk menelaah dan introspeksi kembali kemampuan berbahasa saya selama ini. Setelah dipikir-pikir, ternyata saya juga termasuk ke dalam golongan orang Indonesia yang gemar mencampur berbahasa Indonesia dan asing. Malu rasanya. Awalnya saya hanya mencoba mengikuti pola berbahasa dari lawan berbicara saya. Jika lawan bicara saya menggabungkan bahasa Indonesia dan asing, saya akan meniru gaya berbahasa dia. Tak lain dan tak bukan, hal tersebut saya lakukan untuk dapat dianggap ‘sederajat’ olehnya. Konon, jika kita berbicara dengan gaya dan pola yang sama, kemungkinan untuk ‘diterima sebagai orang yang layak diajak bicara’ lebih besar.

Setelah rapat tersebut, saya memutuskan untuk bisa lebih konsisten berbahasa Indonesia. Apapun gaya dan pola lawan bicara saya, saya telah meneguhkan hati untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Saya hanya akan menggunakan bahasa asing apabila saya tidak dapat menemukan padanan kata yang tepat sebagai penggantinya. Kemampuan berbahasa Indonesia saya pun masih jauh untuk dibilang bagus. Namun, saya dan sebaiknya kamu juga, membiasakan diri untuk berbahasa Indonesia di setiap kesempatan. Kita memang harus jago berbahasa Inggris, namun gunakanlah dalam kombinasi dan waktu yang tepat. Mari kita menghargai dan mulai berbahasa Indonesia yang baik lebih rutin. Ya, rajin-rajinlah menggunakan kamus besar bahasa indonesia untuk mencari padanan kata yang tepat dari sebuah kata bahasa asing. Salam Indonesia!

Berbahasa Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top