Impor Teknologi

Perkembangan teknologi selalu diikuti dengan penyebaran teknologi tersebut ke seluruh penjuru dunia. Hal tersebut disebabkan karena semakin mudahnya alur perdagangan internasional dan semakin luasnya akses informasi. Katakan, hari ini, di negeri US, muncul telepon genggam super canggih, sudah pasti, tak lama kemudian telepon genggam tersebut akan menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Isu globalisasi selalu didengung-dengungkan atas nama perekonomian dunia.

Saya selalu berfikir, ya bagus sekali jika masyarakat Indonesia bisa menikmati kemajuan teknologi yang terjadi di dunia ini. Namun, terkadang saya juga merasa sedih karena saya berfikir terkadang hanya teknologinya saja yang datang namun budaya menggunakan teknologi tersebut belum mampir. Saya ambil contoh sepeda motor. Sepeda motor merupakan sebuah teknologi yang berkembang dari zaman ke zaman. Sepede motor dengan merk Honda, Yamaha, Suzuki, dan sebagainya masuk ke Indonesia dan menjamah setiap kota-kota di Indonesia, baik kota kecil maupun kota besar. Masyarakat berbondong membeli sepeda motor sebagai moda transportasi pribadi yang murah dan menjanjikan kecepatan.  Ya, bagus sekali jika masyarakat Indonesia bisa menggunakan teknologi (baca: motor) untuk meningkatkan produktifitas kerja atau hidup. Hanya saja, banyak sekali (ya banyak sekali atau mungkin hanya perasaan saya saja), oknum masyarakat menggunakan sepeda motor akan tetapi dia tidak mengadaptasi budaya bermotor yang benar yang lahir di negeri asalnya.

Di Jepang, UK, atau US, tempat diproduksi teknologi (baca:motor), masyarakat sana tak hanya menikmati teknologi tersebut namun juga memiliki budaya bagaimana menggunakan teknologi tersebut dengan baik dan benar. Menggunakan helm dan patuh lalu lintas menjadi satu kesatuan dengan teknologi itu sendiri. Di Indonesia, ya teknologi modern memang mampir, namun kebiasaan menggunakan motor seringkali tak diiringi dengan budaya modern. Layaknya seorang manusia primitif menggunakan moda transportasi di zaman batu, ya oknum pengguna motor di Indonesia seringkali bermotor tak menggunakan helm. Kemudian berjalan melawan arah. Kemudian stop di zebracross. Kemudian masuk di jalur busway. Kemudian naik trotoar. Kemudian stop di bawah jembatan penyeberangan kalau hujan yang pastinya makan duapertiga lajur yang ada. Kemudian males ngantri, ya siapa kuat dia menang. Kemudian nyrempet mobil orang, lalu kabur. Dan masih banyak kemudian-kemudian lainnya.

impor teknologi

Teknologi (motor) yang masuk ke Indonesia tidak diiringi dengan proses pertukaran informasi yang tepat. Budaya tersebut tidak ikut mampir disebabkan banyak faktor seperti tidak adanya proses pengedukasian yang kuat, perangkat hukum kita yang masih jauh dan kalah detail dengan yang di luar sana, oknum masyarakat yang memang bodoh, dan lain sebagainya. Saya rasa hal ini terjadi di banyak negara berkembang. Kita mengimpor sebuah teknologi namun lupa mengimpor bagaimana menggunakan teknologi itu dengan santun dan benar.

Ya, bukan hanya motor yang kita impor teknologi namun lupa mengimpor budayanya. Kita mengimpor laptop dan kemudian kita berbondong-bondong membeli CD bajakan palsu. Kita mengimpor mobil, lalu maunya dimanja dikasih bahan bakar super murah. Di luar sana, masyarakat sudah tahu konsekuensi sebagai bagian dari budaya modern. Kalau saya pakai A, ya konsekuensinya ya A”. Layakanya manusia primitif, banyak oknum di Indonesia mikirnya ya saya pakai A, tapi ga mau nerima konsekuensi A”. Pemerintah atau swasta diam seribu bahasa. Tak banyak yang bisa dilakukan. Hanya untung yang dicari. Sayangnya pembodohan terus ditumpuk demi nama fiskal.

Saya bukan Superman yang bisa mengubah seluruh masyarakat Indonesia. Saya akan mulai dari keluarga saya sendiri untuk hidup menggunakan teknologi dengan cara yang tepat dan santun. Pengedukasian itu tak mudah. Tapi selama ada kemauan, mudah-mudahan terjadi yang namanya mestakung. Jika kita mau, kita pasti bisa menjadi agen perubahan. Kita bahkan bisa tak hanya mengimpor teknologi, tetapi juga mengekspor teknologi dan mengekspor budaya menggunakan teknologi itu dengan benar ke seluruh penjuru dunia. Ya, kita bisa… suatu saat nanti…

Impor Teknologi

2 thoughts on “Impor Teknologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.