Fase Penting untuk Karier

Beberapa saat lalu, saya bertemu dengan teman-teman lama saya. Sembari bercengkerama, saya berfikir, wah banyak sekali perubahan dari teman-teman saya ini. Yang dulunya tidak menonjol di kelas, kini menjadi seseorang yang memiliki karir cemerlang dan pendapatan yang sangat mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya. Ada pula, yang dulu tampaknya memiliki potensi masa depan cerah karena pintar dan merupakan bintang kelas, namun hingga kini karirnya masih tertatih-tatih. Saya mengatakan “masih tertatih-tatih” karena bisa saja beberapa tahun ke depan mereka menjadi sesuatu yang mereka cita-citakan. Dari pengamatan sekilas, saya berfikir ada beberapa fase penting yang ternyata memberikan dampak luar biasa untuk mereka hingga akhirnya bisa menjadi seperti saat ini. Menurut saya, mungkin ini bisa disebut fase penting untuk karier seseorang. Fase Penting untuk Karier

Artikel ini hanya merupakan pengamatan sesaat. Mungkin sangat tidak valid untuk beberapa orang. Saya meyakini bahwa ada banyak sekali faktor yang ikut menentukan karier dari seseorang. Namun, menurut saya, secara sekilas, mungkin titik-titik ini menjadi fase penting untuk karier seseorang: Bagaimana suatu keputusan mereka dari fase-fase ini dapat memberikan jalan yang mungkin sangat berbeda jika mereka mengambil keputusan yang lain. Fase Penting untuk Karier

Menurut pandangan saya (yang sempit ini), ada 3 fase penting untuk karier seseorang. Ya, ada 3 titik yang cukup mempengaruhi masa depan seseorang. Bukan berarti 3 titik ini menjadi sangat penting ya. Setiap orang mungkin memiliki langkah masing-masing atau definisi yang berbeda untuk bisa sukses secara karier. Saya mengambil hipotesis 3 titik ini dengan melihat sampel teman-teman lama saya.

Fase Penting untuk Karier

Fase yang pertama adalah ketika memilih jurusan di SMU. Di era saya, seseorang akan berada di pilihan mengambil kelas IPA atau IPS untuk kelas 3 SMU. Menurut saya, ini sangat penting karena dapat mempengaruhi pengambilan jurusan kuliah dia kelak dimana itu nanti akan berpengaruh untuk kariernya. Beberapa jurusan di universitas mengharuskan seseorang memiliki latar belakang dari kelas tertentu (IPA atau IPS). Disini saya tidak akan mengatakan kelas mana yang akan memberikan masa depan yang lebih cerah. Keduanya menurut saya sama-sama akan memberikan masa depan yang cerah. Namun, memilih antara IPA dan IPS akan bisa mempengaruhi masa depan dan karier dari seseorang.

Fase Penting untuk KarierFase yang kedua adalah ketika memilih jurusan kuliah. Dari tiga fase penting untuk karier, menurut saya ini merupakan fase yang paling menentukan. Ketika seseorang memilih jurusan kuliah yang ternyata memiliki prospek menarik di masa depan, maka dia akan memiliki banyak peluang untuk bisa berkembang di masa depan. Menurut saya, displin ilmu yang seseorang ambil itu lebih penting dibandingkan kampus mana yang dia ambil. Saya punya teman yang dulu berfikiran, “ah saya pokoknya mau masuk kampus A, jurusannya mah apa aja lah”. Menurut saya, hal itu sangat disayangkan. Kuliah di jurusan tertentu selama 4-5 tahun sudah pasti akan memberikan spesialisasi dan ilmu yang sangat bermanfaat untuk karier seseorang. Ketika seseorang hanya ingin kuliah di kampus A karena reputasinya, tanpa memperhatikan jurusan yang dipilih, bisa saja itu bisa menurunkan semangatnya untuk belajar karena mungkin tidak sejalan dengan passion atau karena dia melihat karier yang tidak menjanjikan dari displin ilmu tersebut. Fase Penting untuk Karier

Saya membandingkan teman saya, katakan saja si A dan si B. Si A yang dulunya sering juara kelas mengambil kuliah di kampus X yang sangat terkenal di jurusan M yang bisa dibilang kurang diminati (dari jumlah peminat, passing grade, dan prospek ke depannya). Sementara si B, yang dulunya biasa-biasa saja, mengambil kuliah di kampus Z yang tidak begitu terkenal di jurusan N yang saat ini lulusannya sedang dicari-cari karena demand yang sangat tinggi. Jika melihat secara pekerjaan saat ini, si B terlihat lebih sukses. Dia sudah bisa membeli rumah dan mobil sendiri, sudah berkeliling dunia karena pekerjaannya, dan posisinya di kantor cukup menjanjikan. Si B, berkat spesialisasinya, dicari-cari oleh perusahaan-perusahaan besar dunia sehingga punya daya tawar yang lebih baik. Sementara si A kurang beruntung jika dibandingkan dengan si B. Si A susah mencari pekerjaan karena tidak begitu banyak lowongan pekerjaan yang sesuai displin ilmunya dan harus zig-zag karier sehingga dianggap tidak memiliki spesialisasi. Ya, bisa saja si A ternyata lebih bahagia hidupnya meski secara karier kalah mentereng dibanding si B. Ya, bisa saja si A lebih bahagia hidupnya karena dia mengikuti passion-nya. Ya, bisa saja si A lebih bahagia hidupnya meski secara pemenuhan kebutuhan kalah dibanding si B. Ya, bisa saja. Saya hanya menyimpulkan ini dari pengamatan saya yang sangat singkat, sangat sedikit sampel, dan sangat tidak berdasarkan data. Fase Penting untuk Karier 

Fase yang ketiga adalah ketika menentukan tempat kerja pertama. Sering kali, pilihan industri tempat anda bekerja pertama kali akan ‘mengikat’ anda untuk melangkah ke tahapan karier berikutnya. Yang pertama kali kerja di Oil & Gas, ada kemungkinan sepanjang kariernya akan terus berada di industri Oil & Gas. Ada banyak kemungkinan dia berat untuk pindah industri karena dia mungkin harus ‘mundur’ beberapa langkah jika ingin berpindah industri. Namun jika dia sudah sangat berpengalaman di satu industri saja dan terus di industri tersebut, ya itu akan menjadi nilai plus untuk dia. Meskipun begitu, menurut saya, fase ini tidak begitu penting jika dibandingkan dengan 2 fase sebelumnya. Banyak juga yang pertama kali kerja di industri X, kemudian setelah beberapa tahun bekerja di industri Y namun tetap dengan karier yang menjanjikan. Namun untuk beberapa orang, pilihan karier pertama dapat menentukan masa depan seseorang.

Bukan Segalanya

3 fase penting untuk karier di atas menurut saya bukan harga mati. Ada orang yang salah ambil jurusan ketika SMU dan kuliah, namun kini menjadi orang besar. Bahkan, ada orang yang tidak makan bangku sekolahan atau kuliahan, tetap saja menjadi orang sukses. Definisi sukses pun berbeda-beda untuk setiap orang. Jadi fase penting untuk karier ini mungkin bisa menjadi sebuah referensi kasar saja. Jika anda memiliki anak atau saudara yang belum melewati 3 fase penting untuk karier di atas, ada baiknya anda bisa memberikan enlightment atau masukan agar mereka lebih awas dan mempersiapkan dengan baik dalam melewati 3 fase tersebut karena itu bisa saja berpengaruh besar untuk karier mereka.

5 thoughts on “Fase Penting untuk Karier

  • Artikel ini membuat saya sadar…,,
    kalau kita tak perlu terlalu ngotot untuk kuliah di universitas dengan reputasi yang “wow”.
    tengkyu bang giri. meskipun sebenarnya 3 fase itu bukan segalanya

    • Terima kasih telah berkunjung, Mas Fauzi.
      Ya, 3 fase tersebut bukanlah segalanya. Masih banyak faktor lainnya. Semua kembali ke kita.
      Sukses selalu!

  • hallo mas.. saya berencana ambil S3 di Oxford tahun ini. Saya ingin menanyakan jumlah uang yang harus saya punya atau seperti uang jaminan hidup selama beasiswa belum turun. terimakasih..

  • adalah fase seleksi yang krusial dan penuh misteri. Tak jarang, meski memiliki pengalaman kerja segudang serta menjadi orang pertama yang mengirimkan CV, kemungkinan untuk lolos tetap saja kecil. Sebaliknya, seorang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.