Buku The Art of Packaging

Buku adalah jendela dunia. Saya sangat meyakini itu. Dengan membaca buku, banyak hal yang bisa kita pelajari. Saya suka membaca buku dengan tema yang berhubungan dengan dunia pekerjaan saya. Untuk memperkaya pengetahuan, terkadang saya suka membaca buku yang tidak ada kaitan langsung dengan pekerjaan saya. Ini saya lakukan untuk memperkaya sudut pandang saya terhadap suatu masalah.

Buku terakhir yang saya baca yang (menurut saya) tidak ada kaitan langsung dengan pekerjaan saya adalah buku The Art of Packaging karya Sri Julianti. Buku ini sangat menarik untuk membuka wawasan saya mengenai packaging alias kemasan. Buku ini sendiri banyak tersedia di toko buku, baik online maupun offline.

Buku The Art of Packaging
Buku The Art of Packaging

Penulis Buku The Art of Packaging

Sebelum membahas buku ini, saya ingin membahas mengenai sang penulis buku. Salah satu pertimbangan saya dalam membeli sebuah buku adalah selalu melihat kapasitas yang dimiliki oleh si penulis buku.  Saya lebih sering membeli buku jika si penulis buku memang mumpuni. Hal ini bisa terlihat dari lamanya dia berkarir, tanggung jawab yang pernah diembannya, dan juga beberapa karya (termasuk buku) yang pernah dihasilkannya. Saya juga lebih suka membeli buku jika si penulis buku memiliki latar belakang sebagai praktisi karena dia akan berbagi pengalaman langsung berhubungan dengan isu yang ditulisnya sehingga terasa tidak mengawang-awang dan sangat valid.

Sri Julianti, pengarang buku The Art of Packaging ini, memiliki pengalaman panjang di bidang packaging development selama hampir 30 tahun. Beliau terlibat pada proses pengemasan pada perusahaan-perusahaan multinasional seperti Unilever. Beliau juga beberapa kali mengikuti training internasional yang terkait dengan pengemasan. Kita bisa berkunjung ke laman pribadinya di srijulianti.com. Rasanya beliau merupakan orang yang tepat untuk menulis buku mengenai pengemasan.

Resensi Buku The Art of Packaging

Buku ini terdiri atas 20 Bab, dimulai dari Bab 1 mengenai sejarah kemasan sampai dengan Bab 20 Packaging Design dan Branding. Pada lampiran pun disisipkan mengenai Hasil Uji Kemasan Makanan ‘Styrofoam’, dari Plastik PVC, dan mengenai kantong plastik ‘kresek’. Buku ini sangat lengkap mengupas segala hal yang berhubungan dengan packaging.

Bab pertama menjelaskan sejarah kemasan dari mulai penggunaan kemasan gelas, kayu, kaleng, plastik, sampai dengan karton baik yang terjadi secara global atau di Indonesia. Bab-bab berikutnya membahas mengenai pentingnya kemasan (manfaat kemasan), jenis-jenis kemasan, dan proses desain serta pembuatan packaging. Setiap jenis kemasan seperti kemasan semi-rigid dijelaskan dengan sangat mendetail oleh penulis seperti proses pembuatannya (thermoforming), mould (cetakan), dan kegunaannya. Bentuk kemasan seperti bentuk tube pun dipaparkan dengan sangat lengkap dari mulai ukuran, diameter nozzle, dan keuntungan yang bisa diraih. Proses coating dan laminasi pun tak luput dari pembahasan di bab-bab berikutnya.

Buku The Art of Packaging
Proses pembuatan laminate tube pada Buku The Art of Packaging

Di bab 13, penulis masuk pada proses cetak meliputi warna dan artinya, teknologi cetak seperti offset, silk screen, letterpress, dan digital printing. Begitu banyak jargon-jargon yang sebaiknya dimengerti sebelumnya oleh pembaca. Karena saya sebelumnya sering berhubungan dengan proses desain dan cetak-mencetak termasuk fotografi; beberapa jargon tersebut terasa tidak asing untuk saya.

Awalnya, saya berpikir buku ini hanya fokus pada proses pembuatan packaging saja. Setelah sabar membaca, ternyata pembahasan cukup luas mencakup quality management, consumer safety, bahkan termasuk dampak packaging terhadap lingkungan: ada pembahasan mengenai mata rantai pengolahan sampah. Seringkali kita melihat pada kemasan plastik sebuah produk ada penanda seperti Angka 1 yang berada di dalam segitiga. Di buku ini, tanda-tanda tersebut dijelaskan dengan baik sehingga bisa membuka mata kita untuk lebih peka dan bijak jika terlibat dalam proses packaging.

Buku The Art of Packaging ini pun turut membahas mengenai biaya atau pembelian kemasan dengan harga efektif; tenaga ahli (SDM) di bidang packaging, dan Supply Chain Management. Semakin ke ujung, topik pembahasannya tidak menjadi semakin membosankan. Bahkan, sebagai bab penutup, dijabarkan mengenai hubungan packaging dengan branding. Ini sangat menarik khususnya bagi para professional marketing. Saya sangat menyukai sub bab mengenai ‘Packaging Blind Test‘. Penulis menceritakan bahwa dia dan tim sering mengadakan blind test kepada konsumen. Konsumen diminta untuk menggunakan produk A dan B, tanpa diberikan embel-embel pada kemasan alias kemasan kedua produk tersebut polos dan tidak bisa dibedakan. Setelah mencoba, konsumen diminta mengisi kuesioner dan mayoritas konsumen menyukai produk A. Tahap berikutnya, para konsumen diminta lagi untuk mencoba produk yang sama, namun kali produk A dan B masing-masing sudah diberikan ‘baju’ alias kemasan. Ternyata, setelah ditanya kembali, konsumen menyukai produk B, padahal produk A dan B ini sama dengan tes sebelumnya. Penulis menyatakan bahwa minat konsumen tidak hanya terhadap produknya, tetapi juga terharap brand image dari produk tersebut: dimana packaging mengambil peranan penting.

Menurut saya, Buku The Art of Packaging ini wajib dibaca oleh siapapun yang memiliki kepentingan atau bisnis yang ada hubungannya dengan kemasan. Profesional marketing yang produknya berupa barang dan/atau dibungkus kemasan sebaiknya membaca buku ini untuk memperkaya dan memperluas wawasan. Para pelaku bisnis di industri Consumer Goods, terlepas di fungsi apapun, sebaiknya menyediakan waktu untuk membaca buku. Seorang business analyst di FMCG dengan membaca buku ini bisa menjadi tahu jenis-jenis kemasan dan proses pembuatan packaging sehingga kelak bisa memberikan masukan kepada tim operations untuk mempertimbangkan jenis kemasan lain demi efisiensi biaya.

Seperti testimonial Ariana Susanti (Ketua Federasi Pengemasan se-Asia) pada buku ini, kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi sekaligus juga menjadi “silent salesman” yang mampu meningkatkan nilai tambah dan nilai jual produk. Buku ini akan memberikan nilai tambah dan meningkatkan ‘nilai jual’ anda sebagai seorang praktisi brand yang memiliki wawasan yang luas.

4 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top