Bisnis Sampingan bagi Karyawan

Menjadi karyawan memang menjanjikan penghasilan rutin bulanan. Namun, dalam beberapa kasus, penghasilan dari menjadi karyawan kadang tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dalam kondisi tersebut, kita perlu memutar otak untuk mendapatkan penghasilan yang cukup untuk kebutuhan bulanan. Bisa dengan meminta kenaikan gaji (meminta tantangan pekerjaan yang lebih menantang) pada perusahaan sekarang, pindah ke perusahaan lain dengan remunerasi lebih baik, atau mungkin mencari bisnis sampingan bagi karyawan tanpa perlu keluar dari tempat kerja sekarang. 

Pada artikel ini, saya tidak akan membahas mengenai meminta kenaikan gaji atau pindah ke perusahaan lain. Saya akan memfokuskan pada bisnis sampingan bagi karyawan. Bagi saya, ada beberapa hal yang harus kita pertimbangkan dalam menentukan ide bisnis sampingan:

  • Tidak mengganggu konsentrasi pekerjaan utama kita
  • Tidak bertentangan dengan kebijakan perusahaan kita (misalnya karena conflict of interest)
  • Tidak membutuhkanmodal atau sumber daya lainnya yang terlalu besar
  • Tidak memakan terlalu banyak waktu agar hidup bisa lebih seimbang

Salah satu bentuk yang menarik untuk bisnis sampingan karyawan adalah dengan franchiseatau waralaba. Dengan model bisnis waralaba, kita tidak terlalu direpotkan dengan beberapa detail karena biasanya pewaralaba sudah memiliki standardisasi yang harus diikuti. Namun untuk menjalankan bisnis sampingan ini, kita harus memiliki modal yang cukup.

Selain waralaba, ada banyak ide bisnis sampingan untuk karyawan. Kita bisa menemukannya melalui mesin pencari. Ini adalah beberapa contoh tautan yang bisa ditemukan dari Google:

  • 21 Usaha Sampingan dengan Modal Kecil: link
  • 49 Ide Usaha Sampingan Terbaik untuk Karyawan Bermodal Kecil: link

Di luar 2 link di atas, kita bisa menemukan banyak sekali tautan lainnya. Selamat mencari!

Bisnis Sampingan bagi Karyawan
Bisnis Sampingan Bagi Karyawan
(sumber: https://pxhere.com/en/photo/1442613)

Namun, sebelum menjalankan bisnis sampingan bagi karyawan, perlu dipastikan bahwa ini tidak melanggar kebijakan tempat kita bekerja. Beberapa perusahaan melarang keras karyawannya memiliki penghasilan lain karena khawatir pekerjaan lain tersebut bisa mengganggu konsentrasi atau kemungkinan terjadi konflik kepentingan. Jangan sampai karena mengejar penghasilan tambahan, kita malah kehilangan penghasilan utama. Bertindaklah dengan bijak!

Saya sendiri pernah mencari penghasilan tambahan dengan menjadi:

1. Konsultan

Jika kamu memiliki latar belakang pendidikan yang cukup spesialis, kamu bisa menawarkan jasa konsultasi setelah pulang kantor atau pada akhir pekan. Saya beruntung memiliki latar belakang S1 dari arsitektur. Dulu, ketika bekerja di bank, saya masih sering menawarkan jasa desain rumah atau arsitektur sederhana (yang tidak menuntut kompleksitas atau administrasi legal yang tinggi). 

Selain arsitektur, mungkin seseorang dengan latar belakang atau pengalaman di bidang keuangan, akuntansi, psikologi, marketing, strategi, dan sebagainya; dapat menawarkan jasa sesuai keahlian mereka tanpa perlu mengganggu pekerjaan utama karena dapat dikerjakan dari rumah.

2. Pedagang online

Jika kamu memiliki barang, baik baru atau bekas, untuk dijual, kamu bisa memanfaatkan kanal online untuk jualan. Seiring dengan pertumbuhan pengguna smartphonedan internet, peluang untuk menjajakan sesuatu secara daring menjadi menjanjikan. Kehadiran banyak pemaine-commercememudahkan kita untuk menjual sesuatu.

Saya dulu menjual beberapa buku bekas saya dan buku bekas (teman) di kanal girinarasoma.com. Namun kini, saya memindahkan semuanya ke salah satu e-commerce karena kemudahan proses check-out, komunikasi, pembayaran, dan sebagainya. Ini menjadi salah satu ide bisnis sampingan bagi karyawan yang menarik.


Setelah siap untuk merealisasikan bisnis sampingan bagi karyawan, jangan lupakan beberapa hal yang sebaiknya disiapkan dengan matang sejak awal seperti proses quality controlbarang yang akan diperjualbelikan, jalur promosi apa saja yang akan digunakan, atau proses memantau penjualan. Untuk mencatat penjualan misalnya, kita bisa melakukan proses penghitungan penjualan secara manual misalnya dengan mencatat di buku, menghitung menggunakan kalkulator, dan sebagainya. 

Namun, di era digital ini, selain bekerja keras, kita juga harus bekerja pintar. Kita bisa menggunakan aplikasi HR tertentu untuk kepentingan HR seperti rekrutmen, pelatihan, penilaian, dan sebagainya, Kita bisa menggunakan aplikasi tertentu untuk memonitor kekuatan branding di social media. Kita juga bisa menggunakan aplikasi seperti Moka untuk memantau matriks penjualan dengan pembuatan laporan otomatis jika kamu menjual secara offline. Untuk operations, ada banyak tools atau aplikasi yang bisa digunakan. Sekali lagi, harus cermat, tepat, dan hemat dalam mewujudkan bisnis sampingan bagi karyawan. 

Di luar ide-ide bisnis sampingan karyawan yang sudah disebutkan, masih banyak ide lain yang bisa kalian eksplorasi. Jika sudah siap 100%, kenapa tidak menjadi pengusaha penuh waktu saja? Tetapi menjadi karyawan atau pengusaha, itu panggilan anda!

Selamat berkarya!

One Response

  1. Terima kasih motivasinya untuk terus berjuang mencari kehidupan yang lebih baik. Baik melalui jalur sebagai karyawan, wirausahawan, maupun kombinasinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top