Belajar Online di Udemy

Saya baru aktif belajar online di Udemy kira-kira satu tahun terakhir, lebih tepatnya semenjak saya berkarya untuk Udemy per Juli 2018 sebagai Head of Indonesia Market. Sejak bekerja di Udemy, saya jadi semakin mengetahui dan rutin belajar menggunakan Udemy (ya, namanya juga karyawan Udemy). Saya akui metode belajar online ini adalah sesuatu yang cukup baru di kalangan tertentu, termasuk saya tepatnya sebelum Juli 2018. Namun, seiiring saya menggunakan Udemy lebih rutin, belajar online di Udemy ini banyak sekali sisi positifnya dari kacamata efektifitas dan manfaat.

Sebelum Juli 2018, saya beberapa kali belajar menggunakan metode online seperti di Coursera atau Indonesia X, namun memang tidak rutin bahkan tidak pernah sampai selesai satu kursus pun. Sebelum Udemy, metode utama saya dalam belajar adalah melalui buku. Kadang-kadang, ya melalui offline course. Kini, metode utama saya dalam belajar adalah belajar online di Udemy. Bahkan, membaca buku sudah sedikit berkurang karena porsi waktunya diganti dengan belajar online dan hampir tidak pernah mengikuti offline course lagi.

Belajar Online di Udemy
Belajar Online di Udemy 346 menit per bulan

Apa itu Udemy?

Bagi yang belum tahu, Udemy adalah marketplace global untuk pembelajaran online. Udemy berkantor pusat di San Francisco, US. Melalui Udemy, seseorang bisa belajar dan mengajar berbagai topik, dari mulai topik programming, data science, musik, bisnis, marketing, keuangan, sampai dengan gaya hidup. Ya hampir semua topik yang populer ada kelasnya di Udemy. Sebagai penekanan, seseorang juga bisa mengajar di Udemy untuk sekadar berbagi atau mendapatkan pendapatan passive income.

Bagi yang tertarik mengetahui Udemy lebih lanjut, silakan berkunjung ke website udemy.com atau mengunduh aplikasinya di Google Play atau Apple App Store. Kita bisa mencari kursus yang ingin kita pelajari dengan memilih topik yang diinginkan atau mencari di kotak searching. Kita bisa mengambil kursus yang gratis ataupun berbayar sesuai dengan kebutuhan kita.

Belajar Online di Udemy

Pentingnya Belajar

Bagi saya, belajar sangat penting di dunia yang kompetisinya ketat dan perubahan terus terjadi. Apa yang kita kuasai sekarang belum tentu akan terpakai beberapa tahun lagi. Saya suka kutipan dari Charles Darwin, “It is not the strongest of the species that survives, nor the most intelligent; it is the one most adaptable to change“, bahwa spesies, termasuk manusia, yang nantinya dapat bertahan adalah yang paling dapat beradaptasi, bukan yang paling pintar ataupun yang paling kuat. Karena itu, sering kita temukan orang yang sangat berprestasi di akademik, belum tentu karirnya secemerlang prestasi akademiknya. Pintar dan kuat saja tidak cukup. Mereka harus dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Kunci dari adaptasi adalah sikap membuka diri, rutin berefleksi diri, dan mau belajar akan keterampilan baru. Tiga sikap ini, bagi saya, adalah kunci seseorang bisa sukses. Belajar menjadi salah satu tool utama bagi seseorang agar dapat beradaptasi dan diterima di lingkungannya.

Saya jadi ingat ketika saya baru masuk kerja di dunia perbankan. Saya, dengan latar belakang teknik arsitektur, ditempatkan sebagai financial analyst. Microsoft Excel dengan segala formulanya adalah sesuatu yang baru untuk saya. Guna mengejar ketertinggalan, saya ingat sekali saya banyak membeli buku mengenai Microsoft Excel, mengikuti beberapa seminar mengenai Excel, dan belajar banyak dari orang mengenai Excel sampai dengan memahami VBA. Ini yang kemudian menjadikan saya mendapatkan kepercayaan dari banyak orang, termasuk atasan.

Hal yang sama terjadi ketika lulus kuliah S2, saya bekerja di bidang branding dan marketing, yang 180 derajat sangat berbeda dengan pengalaman kerja saya sebelumnya di finance. Fungsi kerja yang baru ini menstimulasi saya untuk terus belajar. Saya ingat, di tempat kerja ini, saya rajin meminjam buku, mungkin sekitar 2-3 buku per dua minggu (karena ada perpustakaannya) dan bukunya tebal-tebal. Buat saya, belajar sangat menyenangkan!

It is not the strongest of the species that survives, nor the most intelligent; it is the one most adaptable to change

Charles Darwin.

Nelson Mandela berkata bahwa pendidikan adalah kunci (senjata) yang paling kuat untuk mengubah dunia. Saya sangat setuju dengan kutipan ini. Belajar harus terus terjadi di dalam setiap kehidupan kita. Belajar tidak boleh berhenti di bangku pendidikan formal. Dengan belajar, kita menjadi lebih tahu, lebih mengerti, dan pernah membaca pengalaman orang, yang dapat membuat kita lebih tepat dan bijak dalam mengambil keputusan.

Manfaat Belajar Online di Udemy

Saya akan berbagi manfaat belajar online di Udemy yang dirasakan oleh saya secara personal. Mungkin secara umum, manfaat yang diperoleh dengan belajar online di Udemy bagi kebanyakan orang adalah:
1. Bisa belajar kapan saja dan dimana saja (nonton offline di app)
2. Bisa belajar berbagai topik
3. Harga relatif terjangkau
4. Ada sertifikat penyelesaian
5. Akses seumur hidup.

Manfaat yang di atas juga saya rasakan. Namun secara personal, ada beberapa nilai lebih yang saya nikmati dari belajar online di Udemy:

1. Terstruktur dan Interaktif

Beberapa kursus yang saya ikuti sangat terstruktur dan penuh interaksi layaknya kursus offline / kursus di kelas. Satu kursus yang saya ikuti menjelaskan dengan detail sebuah isu dari mulai sejarahnya, perkembangan saat kini, sampai dengan peluangnya di masa depan. Bagi orang yang suka dengan tataran ‘why‘ selain ‘how‘, saya sangat menyukai kursus-kursus seperti ini. Dengan mengetahui latar belakang termasuk sejarah suatu peristiwa, saya jadi memahami mengapa sebuah masalah, isu, atau solusi lahir. Kita dapat memahami sebuah peristiwa secara kontekstual.

Satu kursus yang saya ikuti berdurasi sekitar 23 jam. Bayangkan jika ini sebuah kursus offline? Bisa-bisa memakan waktu kerja saya selama 4 hari (jika per hari waktu kelasnya 6 jam). Betapa terbuangnya waktu produktif saya! Kursus 23 jam ini menjelaskan sangat detail dan banyak mengambil contoh-contoh disertai dengan beberapa file pendukung seperti bacaan (artikel), file pdf, dan link eksternal ke literasi lain. Tidak hanya itu, beberapa kursus juga memberikan kuis dan assignment sehingga kita benar-benar diajak untuk bisa mengevaluasi hasil pembelajaran kita. Instruktur Udemy pada contoh kursus 23 jam tadi dapat memanfaatkan waktu kursus yang panjang dengan sangat baik melalui pembahasan-pembahasan yang sistematis dan file tambahan yang mendukung satu sama lain. Dengan hanya membuka kursus Udemy, saya banyak mendapatkan pembelajaran dan juga referensi lain mengenai sebuah isu atau masalah. Seringkali saya mendapatkan momen ‘aha’ atau momen ‘oh iya juga ya’ di kelas Udemy. Menarik untuk belajar sesuatu hal secara menyeluruh. Di YouTube, biasanya kita mencari pembahasan yang lebih spesifik. Saya ambil contoh kelas Photoshop. Di YouTube, mungkin kita mencari pembahasan spesifik mengubah warna pada gambar apa, melakukan masking atau filter, dan sebagainya yang relatif singkat (berkisar 5-15 menit). Sedangkan di Udemy, kita akan belajar relatif lengkap mengenai Photoshop dari awal sampai pada topik tertentu (tergantung peruntukannya – apakah untuk pemula, menenangah, atau lanjutan) dengan durasi panjang secara sistematis.

Keleluasaan kita memilih waktu untuk belajar atau menghabiskan waktu lebih banyak pada chapter tertentu juga sangat membantu saya dalam memahami topik-topik tertentu. Beberapa instruktur yang rutin mengirimkan update atau discussion di group juga membuat adanya interaksi antar student.

Belajar Online di Udemy

2. Praktikal dan diajarkan oleh pelaku

Saya mengikuti sebuah kursus Udemy mengenai ‘Instagram Marketing’: mendapatkan 40.000 followers dalam waktu 4 bulan. Yang menarik bagi saya, instruktur kursus ini menyiapkan waktu 6 bulan untuk mempersiapkan konten ini. Selama 6 bulan ini, dia benar-benar membuat akun dari 0 sampai mendapatkan 40.000 followers. Dia tidak hanya mengajarkan bagaimana, tetapi dia langsung mempraktekkan bagaimana caranya dari mulai membuat akun sampai dengan akhirnya dia mendapatkan banyak followers dalam waktu relatif singkat.

Kursus yang disampaikan tidak hanya pada tataran teori: lakukan ini, lakukan itu, perbuat ini, perbuat itu, dan sebagainya. Pada contoh kursus di atas, instruktur ini menjelaskan bagaimana caranya membuat akun Instagram jika nama akun tersebut sudah diambil orang. Alih-alih hanya mengajarkan untuk menghubungi sang pemilik akun, instruktur ini benar-benar melakukannya. Dia menghubungi sang pemilik akun, melakukan diskusi, kemudian diskusi tersebut dimasukan sebagai materi dalam kelas, bagaimana dia mendapatkan beberapa penolakan, lalu dia melakukan hal lain yang semuanya dibagikan di dalam materi kursus. Buat saya, ini luar biasa! Dia, sebagai profesional / pelaku bisnis, benar-benar melakukan sesuatu sampai berhasil dan membagikannya ke dalam bentuk kursus. Apa yang dia ajarkan di kelas sangat praktikal dan terbukti bisa dijalankan.

3. Lebih mudah dicerna

Bagi saya pribadi, belajar di Udemy relatif lebih mudah dicerna atau lebih mudah diingat dibandingkan dengan membaca buku. Proses belajar melalui buku akan melalui proses lebih panjang dibandingkan dengan menonton di Udemy. Pada proses membaca, saya harus melihat huruf-huruf yang terangkai menjadi kata yang kemudian terangkai menjadi kalimat, dan seterusnya. Rangkaian kalimat-kalimat tersebut kemudian saya hubungkan satu sama lain agar mendapatkan point yang ingin disampaikan. Baru kemudian rangkain kata dan sarinya bisa diproses di dalam otak. Pada proses menonton, rangkaian kata tersebut sudah disampaikan dalam bentuk audio-visual sehingga saya tinggal menyerapnya ke dalam otak.

Selain itu, tampilan video pada Udemy relatif lebih menarik secara audio-visual (ada wajah orang, tulisan warna-warni bergerak, ada suara, dan sebagainya) sehingga membuat kita lebih mudah untuk mengingatnya. Sesuai dengan studi oleh National Teaching Laboratories mengenai student retention rates, bahwa belajar dengan audiovisual lebih besar untuk diingat dibandingkan dengan membaca (reading) seperti pada gambar di bawah,

Belajar Online di Udemy
Learning Pyramid (source: http://heineventures.com)

Meski banyak hal positifnya, ada beberapa hal yang menurut saya perlu menjadi perhatian bagi kamu yang ingin belajar online di Udemy terutama bagi yang baru mau memulai belajar online di Udemy, antara lain:

Tidak semua kursus Udemy cocok atau sesuai bagi kamu.

Ada ratusan ribu kursus di Udemy. Tidak semua kursus cocok atau sesuai atau bagus bagi kamu. Bagus untuk saya belum tentu bagus untuk kamu. Ketika hendak membeli kursus, kita harus melihat secara detail kurikulumnya, pengajarnya siapa, rating dan review dari kursus tersebut, dan beberapa contoh video preview. Kadang-kadang untuk mendapatkan kursus yang bagus pun perlu waktu untuk mencari atau membaca lebih detail.

Namun jangan takut! Jika kita sudah membeli sebuah kursus dan ternyata tidak cocok, kita bisa mengajukan refund (dengan beberapa persyaratan). Ini juga salah satu hal yang menarik. Saya pernah beberapa kali mengajukan refund dan tidak ada masalah. Selama kita baru menonton beberapa video dan merasa tidak cocok, kita bisa mengembalikanya dalam jangka waktu 30 hari. Kalau kamu sudah nonton full course, lalu mau mengajukan refund, jelas saja tidak bisa :).

Kalau kita membeli menggunakan metode pembayaran kartu kredit atau PayPal, maka refund akan kembali ke rekening kita. Namun, jika kita membeli kursus membayar menggunakan transfer bank, alfamart, atau Indomaret dan mengajukan refund, maka refund akan kembali ke kita dalam bentuk Udemy credit (bisa kita pakai untuk membeli kursus lain).

Perlu Komitmen yang (sangat) kuat

Tidak seperti kursus offline, kursus di Udemy ini sangat membutuhkan komitmen yang kuat sejak awal (kecuali kamu ikut program Udemy for Business dan ‘diawasi’ oleh HRD di kantor kamu). Di Udemy, kita sendiri yang menentukan kapan mau belajar. Tidak ada yang mengawasi kita. Tidak seperti di kelas fisik, yang akan ada pengajar yang melototi kita kalau kita ketiduran. Di Udemy, kita harus punya komitmen sangat tinggi untuk mau belajar. Kita harus mau konsisten menghabiskan waktu sekian jam per hari atau per minggu untuk belajar. Saya sendiri biasanya menyisihkan waktu untuk belajar online di Udemy mulai sekitar pukul 22:00 WIB. Waktu belajar bisa 30 menit sampai dengan 60 menit tergantung pada stamina tubuh.

Tidak hanya itu, jika kita tidak berkomitmen untuk menjawab kuis atau ikut assignment, juga rasanya ada yang kurang. Ini masih menjadi kelemahan yang signifikan bagi beberapa orang yang mau belajar online tapi semangatnya masih kendur. Padahal diri kita sendiri lah yang menentukan seberapa jauh kita mau belajar dan seberapa teguh kita ingin berjuang di jalur kesuksesan.


Kurang lebih itu kenikmatan yang saya rasakan dengan belajar online di Udemy. Bagi kamu yang punya keahlian, kamu juga bisa membuat kursus di Udemy. Jangan ragu untuk berbagi! Mari bersama membangun bangsa melalui berbagi pengetahuan.

Mari terus belajar! Selamat terinspirasi dan selamat menginspirasi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top