Memahami Metafora Arsitektur

“Kupu-kupu malam itu telah pergi untuk selama-lamanya”. Itulah sebuah gaya bahasa yang sering kita dengar atau kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Gaya bahasa tersebut adalah metafora, sebuah gaya bahasa yang membandingkan benda yang satu dengan benda lain karena memiliki sifat yang sama atau hampir sama.

————————————————————————————————

Metafora Arsitektur

Gaya bahasa metafora ternyata dipakai juga dalam dunia arsitektur. Hal ini disebabkan karena arsitektur juga merupakan sebuah bahasa. Sebuah bahasa yang digunakan oleh sesama arsitek untuk menciptakan ‘percakapan’ arsitektural. Ada 2 jenis arsitek yang dibicarakan dalam konteks ini. Pertama, arsitek sebagai pihak yang merencanakan dan merancang sebuah komunikasi (bangunan). Dan kedua, ‘arsitek’ sebagai pihak yang melihat sebuah karya arsitektur dan kemudian merancang sebuah komunikasi apresiasi melalui pemahamannya sendiri (menciptakan arsitektur pemikiran).

Lalu kita akan bertanya, seperti apa metafora dalam arsitektur? Jika perwujudan gaya bahasa metafora dapat kita nikmati melalui komunikasi audio dan visual. Maka, metafora dalam arsitektur dapat kita nikmati melalui sebuah proses pemikiran yang arsitektural. Metafora dalam arsitektur dibangun melalui perwujudan konsep desain. Melalui pengejewantahan desain, konsep tersebut ‘dipindahkan’ ke dalam ruang tiga dimensi. Tekstur, bentuk dan warna dirancang untuk menghasilkan kualitas visual ruang yang unik, meliputi lantai, dinding, atap dan sebagainya. Ruang-ruang unik inilah yang kemudian membawa makna-makna khusus sebagai ekspresi metaforik.

Itulah metafora dalam arsitektur. Sebuah gaya bahasa arsitektur yang membawa, memindahkan dan menerjemahkan kiasan suatu obyek ke dalam bentuk bangunan (ruang tiga dimensi). Anthony C. Antoniades dalam bukunya, “Poetic of Architecture : Theory of Design” , mengidentifikasi metafora arsitektur ke dalam 3 kategori, yakni metafora abstrak (intangible metaphor), metafora konkrit (tangible metaphor) danmetafora kombinasi. Adanya klasifikasi ini mempermudah kita untuk lebih memahami metafora dalam arsitektur.

Metafora abstrak dapat kita lihat pada beberapa karya arsitek Jepang. Salah satu arsitek tersebut adalahKisho Kurokawa. Kisho Kurokawa mengangkat konsep simbiosis dalam karya-karyanya. Kisho Kurokawa mencoba ‘membawa’ elemen sejarah dan budaya pada engawa (tempat peralihan sebagai “ruang antara” pada bangunan: antara alam dan buatan, antara masa lalu dan masa depan). Konsep ini diterapkan pada salah satu karya Kisho Kurokawa yaitu Nagoya City Art Museum. Sejarah dan budaya adalah sesuatu obyek yang abstrak dan tidak dapat dibendakan (intangible). Oleh karena itu, karya Kisho Kurokawa ini tergolong pada metafora abstrak.

Stasiun TGV yang terletak di Lyon, Perancis, adalah salah satu contoh karya arsitektur yang menggunakan gaya bahasa metafora konkrit karena menggunakan kiasan obyek benda nyata (tangible). Stasiun TGV ini dirancang oleh Santiago Calatrava, seorang arsitek kelahiran Spanyol. Melalui pendekatan tektonika struktur,Santiago Calatrava merancang Stasiun TGV dengan konsep metafora seekor burung. Bentuk Stasiun TGV ini didesain menyerupai seekor burung. Bagian depan bangunan ini runcing seperti bentuk paruh burung. Dan sisi-sisi bangunannya pun dirancang menyerupai bentuk sayap burung.

metafora arsitektur
Stasiun TGV Lyon (gambar Stasiun TGV diunduh dari https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/e/eb/Deux_TGV_en_unitémultiple_en_direction_du_sud%2C_passant_sous_le%22Tube_300%22_de_Saint-Exupéry.jpg)

Untuk metafora kombinasi, dapat kita lihat pada E.X Plaza Indonesia, karya Budiman Hendropurnomo (DCM). Dalam buku “Indonesian Architecture Now”, Imelda Akmal menulis bahwa gubahan massa E.X yang terdiri atas lima buah kotak dengan posisi miring adalah hasil ekspresi dari gaya kinetik mobil-mobil yang sedang bergerak dengan kecepatan tinggi dan merespon gaya sentrifugal dari Bundaran Hotel Indonesia yang padat. Kolom-kolom penyangga diibaratkan dengan ban-ban mobil, sedangkan beberapa lapis dinding melengkung sebagai kiasan garis-garis ban yang menggesek aspal. Dari konsep-konsep tersebut, gaya kinetik merupakan sebuah obyek yang abstrak (intangible). Kita tidak dapat melihat gaya kinetik secara visual. Akan tetapi, ban-ban mobil merupakan obyek yang dapat kita lihat secara visual (tangible). Perpaduan antara gaya kinetik (obyek abstrak) dan ban-ban mobil (konkrit) inilah yang menghasilkan metafora kombinasi.

Selain dapat dikategorikan berdasarkan kiasan obyeknya, sebuah karya arsitektur bisa memiliki multi-interpretasi bahasa metafora bagi yang melihatnya. Sydney Opera House adalah salah satu contohnya. Sydney Opera House dirancang oleh Jørn Utzon, seorang arsitek kelahiran Denmark. Setiap orang yang melihat karya arsitektur ini, akan menghasilkan berbagai macam interpretasi sesuai dengan pikiran masing-masing. Ada yang berpendapat bahwa konsep metafora Sydney Opera House berasal dari cangkang siput atau kerang. Ada pula yang berpendapat, karya arsitektur ini adalah kiasan layar kapal yang sedang terkembang. Dan ada pula yang berpendapat, bagaikan bunga yang sedang mekar.

Sydney Opera House

Itulah keunikan metafora dalam arsitektur. Setiap orang ‘bebas’ mengapresiasi dan menginterpretasikan sebuah karya arsitektur. Tidak ada yang bisa dikatakan ‘salah’. Arsitek pun dituntut untuk bisa memperhatikan bagaimana masyarakat ‘membaca’ karyanya. Metafora dalam arsitektur memberikan sebuah perspektif baru bagi arsitek dan orang awan untuk menikmati karya arsitektur. Melalui perwujudan kualitas visual, kita dapat menikmati metafora dalam arsitektur.

24 Responses

    1. Saya lulusan arsitektur dari ITB, tetapi saat ini saya tidak berprofesi sebagai arsitek. Saya belajar arsitektur selama saya kuliah S1 dan juga setelah lulus kuliah (saya sempat bekerja di biro arsitektur).

  1. kak giri…. ini aida AR 04, hehehe, kak aku mau nanya donk, dari yang aku baca2… jadinya metafora konkrit kok kaya mirip analogi ya? konsep analogi kan emang macem2 tuh, tapi…intinya analogi itu mengambil bentuk-bentuk yang udah dikenal dalam kehidupan sehari-hari bukan? contoh-contohnya bangunan calatrava yang ngambil visualisasi burung, mata yang kebuka (L’Hemisferic di Art and Science City Spanyol, juga philipe museum yang ngambil bentukan rangka skeleton paus juga)itu sebentulnya masuk ke analogi secara garis besar, atau masuk ke metafora konkrit ya? mohon pencerahannya ya kak 😀

    1. Hi Aida,
      Maaf baru membalas. Dari beberapa literatur yang saya baca, mungkin kalimat di bawah ini bisa menjawab pertanyaan Aida. Sebagian diambil dari buku ‘Peotic of Architecture : Theory of Design’:
      – “The basic of metaphor is almost similar with the term analogy in literature, but metaphor itself is more powerful and assertive than analogy itself”
      – “Tangible metaphor or the visual metaphor is similar to the analogy of form. Such as if you build a hamburger stall, which adopted the form of hamburger and people will recognize that the building is a hamburger’s stall.”
      – “Metaphor is the transformation process from abstracts into material or visual image. Analogy is the fundamental level of metaphor. In analogy, the concept is directly applied to design or context without process.”
      Semoga membantu.
      Salam,
      Giri

  2. bapak bekerja dimana? saya bingung pak kuliah diarsitek, saya baru semester 2 di studi ini.
    menurut bapak bagaimana karier arsitek di indonesia, menjanjikan atau tidak .
    mohon balasannya trims.

    1. Hi Hans,
      Dari data yang ada, industri arsitektur memberikan porsi 2 – 3,5% utk PDB dari sektor industri kreatif. Sektor industri kreatif sendiri sekitar 10% utk keseluruhan PDB Indonesia. Saya tidak dalam kapasitas memberikan prospek karir arsitek di masa depan. Namun, dari porsi PDB tadi, kita bisa mengetahui dan melihat bagaimana kondisi industri arsitektur saat ini (dan mungkin implikasinya terhadap masa depan).
      Mohon maaf tidak memberikan jawaban secara gamblang.
      Giri

  3. selamat siang pa saya mahasiswa arsitektur tingkat akhir apabila berkenan buku apasaja yang berhubungan denngan arsitektur metapora dan buku buku tentang stadion aquatic .trimakasih 🙂

    1. Halo Rina,
      Pada artikel tersebut, saya sudah sebutkan satu buku yang berhubungan dengan arsitektur metafora yakni ‘Poetic of Architecture : Theory of Design’. Sebenarnya ada banyak sekali buku yang berhubungan dengan arsitektur metafora, tapi mohon maaf saya sendiri lupa. Mungkin Rina bisa mencarinya di Google.
      Untuk buku mengenai stadion aquatic, coba baca ‘POOLS, Aquatic Architecture’ atau buku-buku mengenai Olimpiade London 2012 seperti ‘The Architecture of London 2012’. Semoga membantu.
      Salam,
      Giri

  4. Hallo, salam knal, saya satria anak semester akhir dalam arsitektur…
    Maaf ni sebelomnya sya mau tanya kalau buku” tentang metafora yang berkaitan dengan musium musik itu ap ya…
    Soalnya buku” yg saya dpatkan kebanyakan cuman berkaitan dengan bangunan bertingkat….
    Mohon bantuannya yaa…

    1. Halo Jimmy,
      Susah jika mencari 1 buku yang hanya membahas metafora dgn musium musik. Atau mungkin tidak ada. Jimmy harus membaca buku ttg metafora dan buku ttg musium musik. Kemudian coba dikait2kan antar keduanya. Semoga membantu.
      Salam,
      Giri

    1. Mungkin susah mencari buku yang isinya full ttg metafora. Saya sering membaca buku arsitektur; dan isu ttg metafora kdg2 hanya menjadi bab atau sub bab dari buku tsb. Sy tidak begitu ingat buku yg saya baca mengingat terlalu banyk dan itu sudah 10 tahun lalu. Saya membaca bbrp buku karya Rem Koolhass/OMA, ttg Santiago Calatrava, Frank Gehry, Zaha Hadid, Herzog de Meuron, ttg Langgam Dekonstruksi, dsb. Satu buku yg saya ingat adalah ‘Le Corbusier: The Poetics of Machine and Metaphor’. Bahasanya sangat berat.
      Ya, coba saja search di Google. Sptnya bnyk buku bagus seperti buku Metaphors in Architecture and Urbanism karya Gerber dan Architecture as Metaphor karya Karatani. Semoga membantu.

  5. bisakah saya mendapatkan alamat buku untuk saya download Le Corbusier: The Poetics of Machine and Metaphor atau Anthony C. Antoniades bukunya, “Poetic of Architecture : Theory of Design”. saya sudah mencarinya tetapi saya tidak menemukan alamat untuk mendownloadnya. terima kasih

    1. Halo Xena,
      Mohon maaf saya tidak tahu alamat untuk download buku tersebut. Saya hanya punya buku fisik (hard copy). Saya tidak yakin ada link untuk mendownloadnya.

  6. untuk buku “poetics of architecture” tsb bisa disapatkan dimana ya? kalau saya cari pemesanan buku tsb harus indent 3 minggu. terimakasih

    1. Coba cari-cari di perpustakan jurusan arsitektur kampus2 seperti UI, ITB, UPH, dsb. Kemungkinan besar ada. Kl tidak ada, ya harus membeli dan mungkin memang harus menunggu waktu yang cukup lama.

  7. Terimakasih banyak ya penjelasannya clear dan to the point bgt. Lebih clear dari dosen saya sendiri yang menjelaskan.

      1. Selamat siang Pak Giri. Saya ingin bertanya, apakah metafora dalam arsitektur mempunyai hubungan dengan arsitektur dekonstruksi? karena dari jurnal dan artikel yang sudah saya baca, beberapa karya arsitek dengan konsep metafora tergolong sebagai arsitektur dekonstruksi. padahal dari kedua prinsip mereka jelas berbeda. Saya ingin tahu bagaimana pendapat Pak Giri mengenai ini, jadi ditunggu balasannya
        Terima kasih

        1. Halo Farah,
          Saya sudah lama tidak berkecimpung di dunia arsitektur. Menurut saya, arsitektur dekonstruksi adalah pola pikir atau proses berarsitektur. Bagaimana pemahaman terhadap arsitektur yang sudah ada dikontruksi, di-‘hancur’-kan, dan kemudian di-dekontruksi. Saya tidak melihat dekonstruksi sebagai sebuah langgam. Sementara metafora adalah sebuah gaya bahasa yang dipilih seorang arsitek atas karya arsitekturnya. Semoga membantu.
          Salam,
          Giri

  8. halo pak aku arum dan aku masih duduk di bangku smp. keluarga ku alhamdullilah semua sarjana ada yang jadi dokter, guru, dosen, dll dan aku dituntut untuk menjadi seorang arsitek sebenarnya aku juga suka berbelit di dunia arsitektur. menurut bapak gimana cara aku buat menggapai cita cita aku itu? makasi banyak ya pak

    1. Halo Arum,
      Ya, kalau arum bercita-cita menjadi arsitek, ya kuliahlah di jurusan arsitektur dan kemudian berkarir di dunia profesi arsitek. Saat ini, ya dimulai dengan belajar serius agar bisa lulus ujian masuk universitas.
      Salam,
      Giri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top