Hijau Yang Sederhana

Sebuah coretan mengenai arsitektur hijau yang dapat diterapkan dalam lingkup rumah sebagai arsitektur mikro. Coretan disini lebih merupakan saran desain dan pengorganisasian arsitektural untuk memberikan kenyamanan kepada penggunanya.

Desain Rumah

Di dalam mendesain rumah, letak rumah harus dipertimbangkan apakah menghadap utara dan selatan guna menghindari pancaran radiasi matahari yang langsung (dari timur pada pagi hari dan dari arah barat di sore hari). Selain itu, letak rumah mungkin harus diletakkan tegak lurus dengan arah datangnya angin. Lay-out ruangan (tata ruang) harus tepat sehingga dapat menghasilkan kenyamanan visual dan kenyamanan thermal. Penempatan ruang haruslah cermat dan cerdas. Ruang-ruang yang memiliki kehidupan di malam hari (seperti : ruang tidur), dapat ditempatkan disisi timur rumah (karena dari siang sampai pada sore hari, sinar matahari datang menyinari sisi barat rumah sehingga suhu dinding barat cenderung lebih tinggi). Begitupula sebaliknya. Selain itu, lay-out terbuka (open space) dapat memberikan kenyamanan visual dan thermal yang lebih baik (selama didukung aspek hijau lainnya).

Material dinding dan material atap harus dipilih secara selektif dengan konduktivitas panas yang rendah sehingga mengurangi panas yang masuk. Pemilihan warna material yang tepat dapat juga membantu mengurangi sinar matahari yang masuk. Keberadaan kolam atau air mancur dapat mengurangi ketidaknyamanan akibat udara yang lembab. Selain itu, Kehadiran taman dengan tumbuh-tumbuhan yang tepat dapat ikut meningkatkan perasaan nyaman.

Bukaan yang luas memudahkan aliran udara dan cahaya sinar matahari masuk ke dalam rumah sehingga diharapkan dapat menghasilkan penghawaan alami dan pencahayaan alami. Penghawaan alami dapat terjadi jika memiliki dua bukaan pada dua sisi dinding.  Menurut saya, minimal bukaan jendela adalah 25% dari luas kamar. Tidak ada pembuktian empiris kenapa harus 25%. Hanya saja, rasanya memberikan kenyamanan pencahayaan dan sirkulasi yang mungkin lebih baik. Jika luas kamar adalah 12m2 (4m x 3m), maka minimal luas bukaan (jendela) pada salah satu sisi adalah 3 m2. Penggunan ventilasi silang dapat dimaksimalkan dengan memperkecil tempat masuknya udara dan memperbesar tempat keluarnya udara untuk mempercepat pergerakan aliran udara sehingga menghasilkan efek dingin (venture effect). Jadi, jika bukaan (jendela) tempat udara masuk adalah 3m2, maka bukaan yang terletak disisi lainnya haruslah lebih besar dari 3m2 dan sebaiknya dirancang tidak sejajar (bisa diletakkan lebih tinggi).

Perbanyak bukaan dan hindari bentuk yang masif (tertutup). Dinding, pagar dan garasi dapat menjadi teman untuk masuknya udara dan cahaya ke dalam rumah. Terapkan desain terbuka pada dinding dan pagar gubahan bentuk yang terbuka, tetapi tetap terjaga dari sisi keamanan.

Peletakan titik-titik lampu dan alat elektronik haruslah tepat. Titik-titik lampu sebaiknya disinkronisasikan dengan letak bukaan (pencahayaan alami) sehingga bisa mengurangi penggunaan listrik. Letak AC jangan diletakkan di dekat bukaan untuk mengefisiensikan daya listrik yang digunakannya. Begitu pula dengan perabotan lainnya seperti Kulkas. Sisakan jarak 15-30cm ke dinding yang terletak dibelakang kulkas. Banyak lagi, hal-hal yang harus diperhatikan dalam meletakkan alat elektronik. Biasakan membaca panduan sebelum melakukan pemasangan.

Atap Rumah

Perlu dibuatkan lubang angin pada bagian atap untuk mengalirkan udara yang tertahan di atap (meminimalisasi tekanan udara yang terlalu tinggi). Jika memang harus datar, green roof atau atap rumput dapat menjadi solusi arsitektur hijau. Atap rumput dapat mengurangi tekanan panas matahari ke dalam bangunan (selama pengaplikasian atap rumputnya tepat).Skylight dapat dihadirkan di rumah untuk mempersilakan pencahayaan alami datang mampir. Peletakkan atap yang tinggi (sehingga menghasilkan ruang insulasi yang besar untuk panas yang datang dari atap) dapat menghadirkan nuansa dingin pada rumah.

Taman dan Lanskap

Rumah boleh besar. Tapi jangan lupa menyediakan luas yang cukup untuk taman. Cukup memang tidak pernah cukup. Cukup untuk saya belum tentu cukup untuk anda. Buat saya, luas taman yang cukup itu artinya menyediakan taman seluas minimal 40% dari luas tanah. Luas taman yang besar berarti semakin besar pula daerah resapan air dan untuk menanam pepohonan. Jangan lupa pula, meyediakan sumur biopori di perkarangan rumah kita, untuk mendukung daerah resapan di rumah kita.  Jika terbatas, carport dapat dibuat dengan menggunakan material yang tidak masif, seperti paving blok sehingga memungkinkan air tetap dapat terserap ke dalam tanah. Perhatikan tata letak septiktank, sumur resapan dan biopori yang benar sehingga mengurangi dampak kesehatan yang buruk.

Gaya Hidup!

Rumah boleh hijau. Namun selama manusianya tidak hijau, proses hijau itu tidak akan berjalan seimbang. Bisa berjalan timpal. Rumah bukanlah hanya sebagai obyek sang manusia. Rumah dan sang imanusia merupakan satu kesatuan yang harus berjalan seiring, selaras dan semakna. Terintegrasinya manusia hijau dan rumah hijau akan menciptakan nilai hijau yang diimpikan. Marilah kita mencoba sedikit menikmati gaya hidup yang bisa dibilang hijau.

Bijaklah dalam memilih alat-alat dan perabotan rumah tangga. Pilihlah alat-alat rumah tangga yang hemat energi. Jika ingin membeli sesuatu, perhatikan besaran energi yang diperlukannya dan dampak yang dapat dihasilkannya. Bijaklah pula menggunakan alat rumah tangga. Jika memang tidak perlu dihidupkan, istirahatkanlah mereka seutuhnya.

Gunakan recycled material (daur ulang), seperti bambu, batu, aluminium hasil daur ulang, dan material lain yang dapat diperbaharui atau bisa dibilang, memiliki sumber yang berlimpah di daerah tersebut. Gunakan pula material yang banyak terletak di deket lokasi pembangunan rumah (atau produk lokal) sehingga mengurangi mobilisasi material dan dapat memberikan nilai hijau bukan hanya pada hasil, tetapi juga pada proses nya.

Cintailah bumi anda sebagaimana anda mencintai diri anda. Anda tidak akan aman selama bumi anda tidak aman. Save your own! Save your world!

(artikel ini terbit pada majalah elektronik arsitektur ruang edisi 02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top