London, Salju lagi…

London akhirnya ‘menikmati’ salju lagi. Setelah sepanjang tahun 2011 hujan salju tidak turun, Kemarin malam tanggal 04 Februari 2012, akhirnya London mengalami hujan salju yang cukup deras sehingga menyebabkan timbunan salju yang tebal. Sejak saya tinggal di London September 2010, ini adalah masa kedua mengalami salju yang tebal. Saya sempat menikmati salju pada tahun 2010, namun tidak pada winter 2011.

Menurut berita-berita di London, turunnya salju pada bulan Februari ini tidak lazim. Pada umumnya salju turun pada akhir November, sepanjang Desember atau paling tidak Januari. Ada yang bilang, ini late winter atau musim dingin yang terlambat akibat pengaruh global warming. Pada tahun 2010, salju turun di London pada akhir November dan cukup berkepanjangan, ya lebih dari satu hari.  Kemarin salju hanya turun satu malam saja dan menurut prakiraan cuaca BBC, seminggu ke depan tidak akan turun salju lagi meskipun cuaca diperkiraan tetap akan dingin. Belum tahu bagaimana dua minggu ke depan, apakah akan turun salju apakah tidak. Yang pasti, salju di London ini tidak seganas salju yang turun di Daratan Eropa sana, khususnya Eropa Timur seperti di Bulgaria, Rumania, dan lain-lain. Dinginnya ‘hanya’ mencapai -7 derajat Celcius.

Saya sebagai orang dari negara yang tidak mengalami salju, sangat menikmati masa-masa dimana salju turun. Sangat menyenangkan melihat sesuatu yang berwarna putih turun dari langit dan menutupi permukaan taman, jalan, pohon dan mobil.  Memberikan variasi warna di antara 365 hari lainnya. Bisa bermain dengan salju seperti membuat snowman, main lempar-lemparan salju, dan menulis nama di atas salju layaknya menulis di atas pasir ketika kita sedang di pantai. Kehadiran salju juga memberikan peluang bisnis. Di retailer seperti Sainsbury’s atau Tesco, saya melihat beberapa semprotan untuk mobil akibat tumpukan salju (saya sendiri tidak mengerti dampak apa yang ditimbulkan salju untuk permukaan mobil) atau juga pengeruk salju. Untuk ukuran bisnis besar, beberapa perusahaan menghasilkan mobil untuk membersihkan permukaan jalan.

Namun, tidak selamanya salju memberikan kesenangan. Beberapa teman saya mengalami delay atau cancellation  untuk perjalanan menggunakan transportasi umum seperti bus, tube, atau pesawat terbang akibat tebalnya salju. Jalan menjadi licin bisa meningkatkan tingkat kecelakaan sehingga menyebabkan pengguna jalan harus ekstra hati-hati. Di Eropa Timur, beberapa orang meninggal dunia akibat cuaca yang dingin dan ketiadaan fasilitas penghangat tubuh.

Sebagai penikmat salju, saya berharap salju tidak bosan untuk turun lagi di awal 2012 dan winter 2012 akan tetapi hadir dengan lebih bersahabat dan tidak menyebabkan kekacauan.

2 Responses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top