5 langkah mengurangi stres

Beberapa waktu lalu, saya sempat mengalami stres berat yang berakibat tubuh jadi rentan terserang penyakit seperti sakit kepala dan maag. Stres ini diakibatkan oleh tekanan dan tuntutan pekerjaan yang sangat tinggi. Telat makan sedikit, perut saya langsung melilit. Di beberapa kesempatan, sering sekali kepala terasa sakit sampai-sampai saya harus berobat ke rumah sakit dan diberikan obat untuk mengurangi nyeri tersebut.

Tidak berhenti di situ, stres juga membuat saya menjadi lebih emosional. Seringkali menghabiskan waktu untuk berpikir strategi apa yang harus dilakukan di dunia pekerjaan. Meski saya sudah berusaha berpikir positif dan tidak mau memikirkannya terlalu dalam, namun tidak bisa dibantahkan beban pekerjaan yang terlalu besar dan rutin datang membuat rasa cemas itu muncul. Sungguh ini sebuah keadaan yang tidak menyenangkan.

5 langkah mengurangi stres
Stres (sumber: https://pixnio.com)

Saya kemudian banyak membaca buku dan artikel bagaimana cara-cara mengurangi stres seperti di wikiHow. Saya sendiri melakukan beberapa hal yang menurut saya efektif dapat mengurangi stres. Cara ini mungkin berhasil untuk saya, tetapi tidak berhasil untuk orang lain. Ada cara lain yang mungkin berhasil bagi orang lain, tetapi tidak berhasil untuk saya. Setiap orang memiliki karakter masing-masing sehingga setiap orang harus mencari caranya sendiri dalam mengurangi stres.

Ada banyak cara untuk mengurangi stres seperti berpikir positif, memecahkan masalah langsung, olahraga dan sebagainya. Di artikel ini link, kita akan menemukan 28 cara menghilangkan stres. Di artikel lain link, kita akan menemukan 6 cara ampuh. Tetapi saya punya cara sendiri untuk dapat mengurangi tersebut secara efektif. Berikut 5 langkah mengurangi stres yang saya lakukan untuk meringankan beban pikiran saya:

1. Mendengarkan musik

Pernah ketika saya sedang stres, saya mencoba menguranginya dengan cara membaca buku. Namun saya rasa membaca buku kurang ampuh karena terkadang membaca buku menambah inspirasi baru yang menstimulasi lahirnya inisiatif baru untuk dunia pekerjaan yang malah memungkinkan menambah beban pekerjaan.

Saya kemudian mendengarkan musik dan rasanya sangat ampuh (untuk sementara waktu). Ketika sedang tertekan, lalu mendengarkan lagu-lagu Rage Against The Machine (RATM), Avenged Sevenfold, atau Trivium, rasanya lega seperti bisa melepaskan amarah. Ketika sedang mencari ketenangan, lagu-lagu Joey Alexander, Bob James, atau malah lagu bergenre Pop-Reggae, memberikan sebuah kenyamanan dalam berpikir.

Mendengarkan musik adalah 1 dari 5 langkah mengurangi stres dan merupakan langkah termudah. Kita bisa mendengar gratis dari YouTube dan Spotify, atau berbayar melalui Apple Music. Tak hanya itu, kita bisa mendengarkan musik kapan pun dan dimanapun. Inilah sebabnya saya selalu meletakan sound speaker di meja kerja saya sejak 6 tahun terakhir.

2. Menonton

Setelah mendengarkan musik, langkah mengurangi stres berikutnya adalah menonton. Saya cukup beruntung sering mendapatkan kesempatan bepergian menggunakan pesawat. Saya menggunakan kesempatan terbang ini dengan menonton film-film terbaru karena saya sangat jarang menghabiskan waktu di akhir pekan untuk menonton film di bioskop.

Menonton film dengan genre tertentu bisa memberikan sensasi yang berbeda. Film komedi memberikan tawa di kala stres. Film keluarga yang sedih mengingatkan kita untuk kuat dan tegar menghadapi stres. Film cerdas menstimulasi kita untuk cerdik dalam memecahkan masalah.

Jika mendengar musik memberikan kenikmatan bagi indera pendengar, maka menonton memberikan kenikmatan bagi indera penglihat. Cobalah untuk memperbanyak mendengar musik dan menonton film yang sesuai preferensi kita guna mengurangi stres.

3. Istirahat yang cukup

Istirahat yang cukup bisa bervariasi bagi orang. Ada yang merasa segar dengan hanya tidur 6 jam. Ada yang merasa segar hanya jika tidur minimal 8 jam. Ada yang merasa segar jika bisa beristirahat di siang hari, baik dengan cara tidur siang atau hanya sekedar rebahan.

Kita sendiri yang perlu mengukur seberapa cukup kita cukup dalam beristirahat. Dengan beristirahat yang cukup, kita bisa mendapatkan amunisi yang memadai dalam menghadapi stres yang tinggi. Tidak terbayang jika kita sudah ditempa stres, eh istirahatnya juga kurang. Badan akan mudah sakit dan pikiran akan terasa lebih berat.

4. Ngobrol & berbagi

Ini merupakan salah satu cara yang ampuh bagi saya dalam mengurangi stres. Ketika mendengarkan musik, menonton, dan istirahat yang cukup tidak lagi ampuh, maka bertemulah dengan seseorang. Bertemu untuk kemudian berdiskusi dan ngobrol menceritakan mengenai tekanan yang ada. Tidak perlu berharap untuk mendapatkan solusi, dengan mendengarkan keluh kesah kita saja sudah cukup bagi kita. Kita bisa mengajak ketemuan teman dekat kita, teman lama, anak buah, kolega kantor, mantan kolega kantor, mantan bos di kantor, kakak kelas, atau bahkan bertemu orang yang ahli seperti psikiater, dokter, atau HRD.

Dengan berbagi, kita merasa sedikit beban menguap. Terkadang orang yang kita ajak ngobrol juga berbagi dan ternyata kisah mereka lebih menyedihkan sehingga kita malah menjadi lebih bersimpati dan merasa bahwa ini tidak ada apa-apanya.

Akan lebih menyenangkan jika bisa bertemu dengan orang, tidak hanya untuk curhat, tetapi juga untuk bersenda gurau membicarakan hal-hal yang penting dan tidak penting dalam kehidupan.

5. Tinggalkan sumber stres

Ini adalah cara terampuh untuk mengurangi stres. Bukan hanya mengurangi, tetapi juga menghilangkan stres. Ketika kita merasa sudah mempunyai rencana lain yang lebih matang, maka tinggalkan sumber stres. Pastikan bahwa rencana tersebur benar-benar matang. Jika tidak matang, bisa-bisa kita meninggalkan sumber stres yang satu tetapi masuk ke sumber stres lainnya.

Seringkali sumber stres itu benar-benar tidak dapat dipecahkan. Kita sudah berusaha berpikir positif, mencari solusi, bertemu dengan pihak yang berwenang, dan melakukan hal yang tepat; tetap saja keadaan tidak berubah. Kalau sudah disitu, kita harus tahu kapan kita harus pergi.

Winners quit all the time. They just quit the right stuff at the right time

Seth Godin

Terus menerus berkarya dalam keadaan stres dapat membahayakan kesehatan dan membuat semangat berkarya menurun. Ada pepatah mengatakan ‘Quitters never win and winners never quit‘. Ya saya setuju dengan itu. Tetapi saya lebih suka dengan kutipan Seth Godin, “Winners quit all the time. They just quit the right stuff at the right time“. Dan satu kalimat yang saya suka dari Pak Sandy Permadi (ketika itu, ia masih CFO Lazada) di sebuah seminar: “Winners know when to quit”. Ya, seorang pemenang tahu kapan dia harus berhenti (dan melangkah lagi).

One thought on “5 langkah mengurangi stres”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *